Home » Metro Luwuk » Sampah Dan Becek Masih Menjadi “Hiasan”
Sampah Dan Becek Masih Menjadi “Hiasan”
Beginilah kondisi pasca hujan di jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan, Minggu (18/9). Meski hujan tak lama, namun menyisahkan sampah dan becek.

Sampah Dan Becek Masih Menjadi “Hiasan”

KEPEDULIAN warga kota Luwuk menjaga kebersihan lingkungan, masihsetengahhati. Persepsiinitidaklahtendensius. PascahujanMinggu (18/9) kemarin yang durasinyatidak lama, sampahdanbecekmasihmenjadi “hiasan” kotaini.

OLEH: Fajri Rahmadhani-Luwuk Post

HUJANyang mengguyursiang itu sekitarpukul 12.00 wita, sedikit mengganggu khususnya bagi warga yang tengah menikmati perjalanan wisata. Belum lagi mereka baik aparatursipilnegara (ASN) maupun pekerja swasta yang berharap agar pakaian mereka bisa kering untuk dipakai hari Senin.
Sekedar ingin mengetahui kondisi kota Luwuk, saya pun berkeliling dengan menggunakan kendaraan roda dua.
Dalam perjalanan, saya melintas di jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan. Mata saya terbelalak melihat genangan lumpur dan tumpukan sampah tidak jauh dari saluran air yang tersumbat.
Tak ada kata yang bisa terucap dari mulut saya melihat sampah yang sudah bercampur dengan rumput tersebut. Karena setahu saya, sudah tiga bulan lebih Bupati dan Wakil Bupati mencanangkan program moral PINASA (pia nasampah ala) yang intinya mengajak kebersihan. “Tidak tahu itu sampah dari mana,” tutur warga yang kebetulan lewat disamping saya.
Pria itu pun berucap, sebaiknya Pemda tidak hanya gencar melakukan sosialisasi tentang kebersihan saja, tetapi juga berani menindak warga seperti denda ketika ketahuan membuang sampah sembarangan, agar kesadaran akan kebersihan makin tertanam. “Kalau cuma sosialisasi mungkin warga tidak anggap,” ungkap lagi pria bertopi biru itu.
Tak ada yang bisa saya perbuat melihat tumpukan sampah itu, karena tidak ada alat pembersih ditangan saya. Namun hanya bisa berharap semoga esok sampah ini tidak terlihat lagi, dan pengendara yang melintas tidak terganggu dengan lumpur yang sudah sampai ke jalan itu. (*)

About uman