Home » Berita Utama » Keluar Lapas Bawa Narkoba
Keluar Lapas Bawa Narkoba
Kedua pelaku saat menjalani pemeriksaan di ruang Satuan Reserse Narkoba Polres Banggai, Sabtu (17/9).

Keluar Lapas Bawa Narkoba

LUWUK-Satuan Reserse Narkoba Polres Banggai kembali menangkap dua pelaku penyalahgunaan narkoba, di Lapas Kelas II B Luwuk, Sabtu (17/9).
Kedua pelaku yang ditangkap satuan pimpinan Iptu Chandra itu yakni Dian Rianty alias Dian (27), warga Kelurahan Hanga-hanga dan Bahyudin Riangga alias Bayu (26) warga Kelurahan Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan.  Keduanya ditangkap di halaman Lapas Kelas IIB Luwuk dengan waktu berselang 15 menit. Dian sekira pukul 10.15 Wita, sementara Bayu sekira pukul 10.30 Wita.
Dari tangan Dian, polisi berhasil mengamankan satu paket sabu, alat hisap (tabung hisap dan kaca pireks). Barang haram tersebut disimpan di dalam tempat penyimpanan kacamata yang ada di dalam tas Dian. Sementara dari Bayu, polisi berhasil mengamankan 1.300 butir obat-obat terlarang (1000 Dextro dan 300 THD). “Sabu dan obat terlarang itu diperoleh dari dalam Lapas. Karena saat kedua pelaku keluar dari Lapas, kami langsung tangkap dan ketika diperiksa ditemukan satu paket sabu dan 1300 butir THD dan Dextro,” kata Kasat Narkoba, Iptu Chandra melalui Kasubag Humas Polres Banggai, AKP Wiratno Apit, Sabtu (17/9).
Penangkapan itu bermula setelah pihaknya mendapatkan informasi dari sumber terpercaya yang menyatakan akan ada transaksi narkoba di Lapas Kelas IIB Luwuk. Kedua pelaku sebenarnya tak masuk dalam target yang diintai. Tapi, ketika beberapa personil melakukan pengintaian sumber polisi mengabarkan ada dua orang membawa narkoba yang keluar dari dalam Lapas. “Setelah dapat info, kami langsung melihat Dian keluar dan naik ojek. Kami langsung tangkap. 15 menit kemudian, keluar lagi Bayu. Setelah diperiksa, di dalam tas keduanya ada narkoba. Kalau Bayu waktu ditangkap sempat melawan, tapi berhasil diamankan,” bebernya.
Sementara itu, Dian terus mengelak ketika ditanya soal kepemilikan barang haram tersebut. Ia mengaku tidak tahu menahu dengan satu paket sabu lengkap dengan alat hisap di dalam tasnya itu. “Saya tidak tahu ada sabu di dalam tas. Saya juga tidak periksa tasku waktu keluar dari Lapas,” tuturnya. Ia mengaku datang ke Lapas hanya sekedar membesuk temannya. Meski begitu, Dia juga mengaku sering memakai sabu. “ Iya saya makai sabu,” katanya.
Lain halnya dengan Bayu. Dia tak menyangka ditangkap polisi. Mungkin karena masih dirasuki obat-obat terlarang dan minuman keras,   Bayu dalam keadaan setengah sadar merasa dirinya dijebak. “Kenapa bisa begini. Kok saya yang ditangkap. Harusnya teman saya yang mau ambil itu barang (1300 butir THD dan Dextro_red) yang ditangkap, bukan saya,” kata Bayu sembari mengusap-usap kepalanya.
Informasi yang dihimpun, kedua pelaku dilakukan tes urine oleh tim medis Polres Banggai. Hasilnya keduanya positif menggunakan narkoba jenis sabu. Setelah dites urine, saat itu juga Bayu langsung diamankan di sel tahanan Mapolres Banggai, sementara Dian di ruang sel tahanan Mapolsek Luwuk.(awi)

About uman