Home » Berita Utama » Besok, Seminar Pembangunan Kualitas Manusia
Besok, Seminar Pembangunan Kualitas Manusia
Anang Otoluwa

Besok, Seminar Pembangunan Kualitas Manusia

LUWUK—Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai akan menggelar seminar tanda bahaya pembangunan manusia Indonesia dan upaya antisipasinya di Kabupaten Banggai. Seminar yang akan menghadirkan Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha dan Prof. Dr. Muhadam Labolo sebagai narasumber itu akan digelar di Aula Bank Sulteng Cabang Luwuk, Selasa (20/9) besok.
Semintar akan dibagi dalam dua sesi, yakni diskusi konsep yang meliputi materi tentang sinyal tanda bahaya pembangunan manusia Indonesia oleh Victoria Fanggidae (imajiner), gizi sebagai factor dasar pembentuk kualitas manusia oleh Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha serta upaya pemda dan swasta membangun manusia oleh Prof. Dr. Muhadam Labolo.
Sesi kedua yakni upaya konkret tentang intervensi gizi pada wanita prakonsepsi oleh peneliti S3, program sarjana Unismuh mendidik oleh Rektor Unismuh Luwuk, CSR PLN dalam mengatasi gizi buruk oleh Direktur PLN Luwuk, mencari orang tua asuh oleh Relawan Ok, edukasi di sekolah untuk menurunkan kegemukan oleh FKM Untika Luwuk serta home care pada lansia penderita hipertensi oleh Akper Luwuk.
Kepala Dinas Kesehatan Dr. dr. Anang S Otoluwa, MPPM, kepada Luwuk Post, mengatakan, seminar yang akan dibuka oleh Bupati Banggai, Ir. Herwin Yatim, ini digelar karena survey terhadap tingkat kecakapan orang dewasa yang dilaksanakan oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada tahun 2016 menunjukkan hasil yang sangat memprihatinkan. Indonesia terpuruk di peringkat paling bawah pada hampir semua jenis kompetensi untuk bekerja dan berkarya sebagai anggota masyarakat. Kecakapan orang Indonesia dalam hal membaca, berhitung, maupun pemecahan masalah berada paling bawah dihampir semua kategori umur.  Mengutip Victoria Fanggidae, peneliti di perkumpulan prakarsa Jakarta, kata dia, ini adalah sinyal tanda bahaya.  Bahwa pembangunan manusia masih merupakan pekerjaan rumah maha dasyat bagi pemerintah Indonesia.
Studi yang dilakukan oleh OECD itu mengambil sampel di Jakarta.Lalu bagaimana bila dilakukan di daerah lain yang IPM nya lebih rendah? Oleh karena itu, kata dia, penting untuk menumbuhkan kesadaran kepada pelaku pembangunan dan masyarakat tentang pentingnya pembangunan kualitas manusia dan faktor yang memengaruhinya. “Perlu upaya konkrit untuk meningkatkan IPM di masa depan. Karena itulah seminar ini dilaksanakan,” katanya. (ris)

About uman