Home » Politik » 2018, Sultim Pisah dari Sulteng
2018, Sultim Pisah dari Sulteng
Syafruddin Mahasuni

2018, Sultim Pisah dari Sulteng

LUWUK– Anggota panitia khusus (Pansus) daerah otonom baru (DOB) Provinsi Sulawesi Timur (Sultim) DPRD Sulteng, Syafruddin Mahasuni menilai, dari sejumlah DOB khususnya di kawasan Indonesia Timur, Provinsi Sultim paling lengkap. Prediksinya, dengan kelengkapan persyaratan itu, Sultim resmi menjadi provinsi pada tahun 2018 mendatang.
Ditemui Luwuk Post di kediamannya, Minggu (18/9) kemarin, juru bicara Fraksi Persatuan Kebangkitan Bangsa (PKB/PPP) DPRD Sulteng ini mengatakan, secara geografis Sultim layak dimekarkan. Sebab salah satu tujuan pemekaran adalah memperpendek rentang kendali.
Bicara soal potensi sumber daya alam (SDA), Sultim punya progress. Hanya saja Ketua DPC PPP Kabupaten Banggai ini enggan menanggapi asumsi bahwa ketika Sultim terbentuk maka akan lebih maju dibanding dengan provinsi induk Sulteng. “Yang pasti Sultim punya prospek menjanjikan kedepan, mengingat SDA nya yang berlimpah,” kata Pudin sapaannya.
Selain Syafruddin Mahasuni, aleg DPRD Sulteng dapil IV (Banggai-Bangkep-Balut) yang masuk dalam Pansus DOB Sultim adalah Sriatun aleg PKS dan Zulfakar Nasir dari Demokrat. Pansus itu telah selesai melaksanakan sejumlah tugasnya, yakni pembahasan batas wilayah dan asset. “Tugas kami sudah tuntas. Dan sekarang dokumen persyaratan Sultim sudah dibawa ke pusat untuk diserahkan pada DPD RI, DPR RI dan Mendagri,” jelas dia.
Karena masih akan melalui sejumlah tahapan itu, sehingga dia memprediksi, Sultim bisa terealisasi pada tahun 2018. “Ini menjadi kerinduan semua rakyat Sultim. Sehingga tak ada lagi tawar-menawar, Sultim harus terwujud,” tekan mantan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Banggai ini. (yan)

About uman