Home » Berita Utama » Polisi Didesak Amankan Eksekusi
Polisi Didesak Amankan Eksekusi
Anton Sibay

Polisi Didesak Amankan Eksekusi

LUWUK-Polemik eksekusi lahan Tanjung, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk belum mereda. Dikabarkan eksekusi yang rencananya dilaksanakan 20 September nanti akan ditunda dengan alasan yang masih simpang siur. Dugaan sementara Polres Banggai dibawah pimpinan AKBP Jamaludin Farti belum siap untuk mengamankan. Sementara institusi lainnya siap, jika personil kepolisian sudah menyatakan sikap untuk mengamankan jalannya eksekusi tersebut. Sikap Polres Banggai yang masih meminta tambahan alat berat juga turut menguatkan dugaan Polres belum siap melaksanakan pengamanan.
Menyikapi hal ini, keluarga ahli waris, Anton Sibay mendesak polisi agar mengamankan putusan negara yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah). “Meskipun kami tidak punya kepentingan. Tapi, kami paham lahan di Tanjung. Lahan itu milik Ny Berkah Albakar melalui orangtuanya Salim Albakar. . Polisi harus mengamankan itu. Jangan sampai persoalan hukum diobok-obok oleh kepentingan politik,” tegasnya, Jumat (16/9).
Anton juga meminta kepolisian merespon tindakan beberapa oknum yang memprovokasi masyarakat untuk melawan hukum. “Kami siap memback up ahli waris sebagai pemilik sah yang memiliki putusan inkrah,” tandas Anton.
Ia juga meminta agar pimimpin daerah tidak mencampurkan persoalan hukum dan persoalan politik. Alasannya, masalah eksekusi murni antara pemohon eksekusi dan eksekutor, dalam hal ini Pengadilan Negeri Luwuk.
Sebaiknya, kata dia, pimpinan daerah memberikan contoh yang baik melalui perangkatnya agar memediasi masyarakat untuk berkomunikasi dengan ahli waris. “Kami masyarakat kecil, tapi patuh dengan perintah undang-undang. Tapi anehnya justru penguasa memberikan contoh yang tidak baik kepada rakyat,” paparnya.
Sementara itu, Bupati Banggai, Herwin Yatim, saat dikonfirmasi via telepon mengenai upaya Pemda dalam menyikapi dampak sosial eksekusi terhadap warga Tanjung, tidak berkomentar.
Sementara itu, Jumat (16/9) sekira pukul 16.30 Wita, sejumlah warga Tanjung yang masuk dalam objek sengketa melakukan pertemuan di area posko sering disebut sebagai posko perlawanan. Belum diketahui hasil dari pertemuan itu. Beberapa warga Tanjung yang ingin dikonfirmasi enggan berkomentar. Namun mereka menyatakan, pertemuan tersebut membahas seputar pelaksanaan eksekusi 20 September nanti. “Kami hanya membahas persiapan warga untuk menyambut eksekusi,” ungkap seorang warga yang namanya tak mau dikorankan. Kata dia, warga setempat akan mengadakan perlawanan.(awi)

About uman