Home » Politik » Tampik Asumsi Daerah Kolaps
Tampik Asumsi Daerah Kolaps
Ibrahim Darise

Tampik Asumsi Daerah Kolaps

LUWUK — Pemangkasan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 158 miliar tengah melanda keuangan daerah. Selain berdampak terhadap usaha rakyat, hal itu dikhawatirkan bakal membuat roda perekonomian kabupaten Banggai kolaps.
Persepsi itu langsung dibantah oleh sejumlah aleg DPRD Banggai akhir pekan lalu. Anggota Komisi II, Ibrahim Darise menilai dampak dari pada itu tak perlu dibesar-besarkan. Sebab menurutnya, pemangkasan hanya mengurangi sebagian kecil anggaran daerah dari total APBD Banggai yang mencapai Rp 1,7 triliun.
“Imbasnya memang akan terasa tapi tidak sampai membuat kondisi daerah kolaps,” tegas ketua DPD PAN Banggai ini.
Pernyataan itu diaminkan duo politikus asal fraksi PKS, Nasir Himran dan Mursidin. Keduanya sepakat bahwa pemangkasan DAU tak akan membuat pergerakan ekonomi di tanah Babasal lumpuh.
Mereka menjelaskan, sejak APBD masih berada di angka Rp  800 miliar segala aktivitas usaha rakyat di kabupaten Banggai tetap berjalan normal. Padahal saat itu belum ada tambahan dana seperti Alokasi Dana Desa (ADD).
“Jadi sebaiknya kekhawatiran akibat dampak pemangkasan DAU  terhadap Rp 1,7 trilun APBD Banggai tidak perlu direspon berlebihan seolah daerah ini akan lumpuh,” kata mereka yang diamini legislator teluk Lalong lainnya seperti, Irwanto Kulap dan Irpadin B Oneng.
Untuk itu, mereka mengimbau kepada seluruh pihak untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Mereka optimistis kebijakan pemerintah pusat tidak bertujuan untuk melumpuhkan perekonomian daerah.(man)

About uman