Home » Berita Utama » Penangkapan BBM Milik Suliyanti Murad Tidak Terdaftar
Penangkapan BBM Milik Suliyanti Murad Tidak Terdaftar
Kendaraan Izusu Panther pengangkut BBM diduga ilegal milik Suliyanti Murad Husain ketika diamankan anggota Polres Banggai, Rabu (7/9).

Penangkapan BBM Milik Suliyanti Murad Tidak Terdaftar

LUWUK-Biasanya penangkapan BBM ilegal langsung disikapi Reserse Kriminal Polres Banggai dengan pemeriksaan saksi dan pengamanan barang bukti. Tapi, yang terjadi dalam penangkapan BBM ilegal yang diduga milik Suliyanti Murad Husain di Bengkel CV Mantawa hingga hari ketiga belum terdaftar di register satuan yang dipimpin AKP Egidio F Alfamantar. “Kasus BBM? Belum ada laporan polisinya masuk ke sini,” kata staf Reskrim saat dikonfirmasi mengenai penangkapan BBM yang dilakukan Ipda Yogi, Rabu (7/9).
Staf Reskrim menjelaskan jika memang ada penangkapan BBM biasanya laporan polisinya langsung masuk ke staf untuk diregister. Setelah itu akan diajukan ke kasat reskrim, kemudian di disposisi ke unit tertentu sesuai petunjuk kasat.
Tapi, mengenai penangkapan BBM milik Suliyanti Murad hingga kemarin belum ada.
Sementara itu, Kasat Reskrim, AKP Egidio F Alfamantar, yang belum sepekan dilantik belum efektif melaksanakan tugasnya, Jumat (9/9). Ia masih menyelesaikan beberapa agenda di tempat tugas lama.
Kapolres Banggai, AKBP Jamaluddin Farti Sik tak berhasil dihubungi untuk dikonfirmasi.
Tapi dari Kasubag Humas Polres Banggai, AKP Wiratno Apit, diperoleh keterangan bahwa pihaknya juga belum mendapatkan informasi mengenai penangkapan BBM milik pengusaha ternama di daerah ini. “Saya belum dapat informasi dari penyidik. Belum tahu saya,” pungkasnya.
Amatan Luwuk Post, kendaraan pengangkut BBM yang sebelumnya terlihat sarat muatan itu kini nampak kosong. Sebab, dari posisi kendaraan sudah terlihat normal tanpa muatan. Bahkan, kedua orang pengangkut yang sempat diamankan di unit 3 Reskrim juga sudah tidak berada di tempat. “Kemungkinan BBM-nya sudah diamankan penyidik, tapi saya belum dapat informasi soal itu,” sambung Wiratno Apit.
Sementara itu, Lukman Lafikore, mahasiswa Hukum Unismuh Luwuk melihat ada yang aneh jika pihak kepolisian melakukan penangkapan tapi tidak ditindaklanjuti. Sebab, penangkapan tidak bisa dilakukan tanpa dasar yang kuat. Artinya, ketika anggota kepolisian melakukan penangkapan maka ada unsur pelanggaran hukumnya. “Dan itu harus diproses,” tegasnya. “Jangan main tangkap baru kemudian dilepas dengan alasan lain-lain lagi,” sambung Lukman.
Ia berharap, Kapolres Banggai, AKBP Jamaluddin Farti diakhir tugasnya dapat memberikan kesan bahwa pihak kepolisian benar-benar melaksanakan tugas dengan baik. “Dan itu bisa dibuktikan dengan tindaklanjut penangkapan BBM itu,” pungkasnya.(van)

About uman