Home » Metro Luwuk » Tiga Baliho ‘Pede’ dan Konsekwensi Kemandirian
Tiga Baliho ‘Pede’ dan Konsekwensi Kemandirian
Tiga baliho milik kandidat Ketua DPD KNPI Kabupaten Banggai yang terpajang disamping kanan gedung pemuda jalan RE Martadinata Kelurahan Karaton ini turut meramaikan Musda yang dilaksanakan Jumat (9/9).

Tiga Baliho ‘Pede’ dan Konsekwensi Kemandirian

JUMAT (9/9) adalah momentum bersejarah bagi kalangan pemuda di daerah ini. Karena hari ini DPD KNPI Kabupaten Banggai menggelar musyawarah daerah (Musda). Agenda ‘seksinya’ adalah pemilihan Ketua DPD KNPI Kabupaten Banggai periode 2016-2019.

SOFYAN LABOLO-LUWUK POST

BEBERAPA hari terakhir ini, gedung pemuda yang bermarkas di jalan RE Martadinata Kelurahan Karaton Kecamatan Luwuk terlihat ramai. Itu lantaran gedung yang terletak di depan ruas jalan tersebut dijadikan pusat kegiatan tiga tahunan KNPI Banggai.
Ada yang menarik untuk dibedah ditengah momentum ‘sakral’ itu, yakni tiga baliho yang berdiri berdampingan disamping kanan gedung pemuda. Baliho tersebut tak lain adalah milik para bakal calon (balon) Ketua DPD KNPI Kabupaten Banggai. Ketiga baliho beda ukuran itu, sama-sama memajang foto figur yang penuh semangat dan percaya diri (pede). Tidak hanya itu yang dijadikan daya tarik yang ditampilkan baliho ketiga pemuda potensial tersebut. Namun sederet kalimat yang tertuang dalam baliho juga seakan turut berkompetisi.
Baliho paling kiri adalah milik Fachry Rukli. Alat peraga kampanye berukuran 4×3 meter ini lebih awal terpajang di lokasi. Selain menampilkan foto pria yang akrab dengan sapaan Ari Mang ini juga tertuang sebuah kalimat bertuliskan “Bersatu Tumbuhkan Semangat Pemuda Ciptakan Ruang dan Peran Untuk Tumbuh Lebih Cepat”.
Baliho yang berada di tengah adalah milik Irfan Bungaadjim. Gaya fosenya beda. Pria berkacamata ini mengepalkan tangan kirinya. Sementara disamping fotonya bertuliskan “Menegakkan Kembali KNPI Sebagai Wadah Berhimpun Perjuangan Dalam Perspektif Pemuda Berdaulat dan Mandiri”.
Sementara baliho paling kiri yang tanpa tiang penyangga merupakan milik Herdiyanto Djiada. Selain memajang foto terbaiknya lengkap dengan kostum kebesaran KNPI Banggai, ada pesan yang disampaikan Herdiyanto dalam tulisan di balihonya itu. Adapun kalimat yang dituangkannya itu berbunyi, “Mempertegas Kiprah Kepemudaan Sebagai Basis Intelektual Pemuda yang Mandiri dan Bermartabat”.
Perang konsep, begitu antara lain yang tersirat ketika kita memplototin ketiga baliho tadi. Ketiganya begitu yakin mampu membesarkan KNPI Kabupaten Banggai, ketika mendapat legitimasi para pemilik suara di Musda yang dilaksanakan hari ini.
Sekalipun sedikit mengundang tawa, tapi bermakna apa yang dipaparkan Wakil Ketua DPD KNPI Kabupaten Banggai, Abdul Ukas saat memberikan laporan panitia Rapimda, Kamis (8/9) sore kemarin. Statemennya singkat, sejak 2012 sampai dengan sekarang, tidak ada bantuan dana Pemda Banggai buat KNPI Banggai. Dibutuhkan jiwa besar dalam membesarkan organisasi KNPI. Artinya tekan Ukas, kedepan siapa yang terpilih sebagai Ketua KNPI Banggai, harus siap dengan konsekwensi kemandirian tersebut. “Ini sengaja saya sampaikan, agar ba pikir memang untuk menjadi Ketua KNPI Banggai,” ucap Ukas. Sebuah pesan yang menggelitik sekaligus jadi warning. (*)

About uman