Home » Berita Utama » Sabu dari Dalam Lapas
Sabu dari Dalam Lapas
Kasat Narkoba, Iptu Chandra didampingi KBO Sat Narkoba saat menggeledah tersangka, Halim Alipara (tengah) di depan pintu masuk Lapas Kelas IIB Luwuk, Selasa (6/9) sekira pukul 11.00 Wita.

Sabu dari Dalam Lapas

LUWUK-Lagi. Narkoba beredar bebas di dalam Lapas Kelas II b Luwuk. Buktinya, Satuan Narkoba Polres Banggai kembali menangkap seorang tersangka penyalahgunaan narkoba, Halim Alipara (38), warga jalan Pulau Samosir, Kelurahan Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan, di dalam Lapas yang dinahkodai JFK Johannes itu, Selasa (6/9) sekira pukul 11.00 Wita.
Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan dua buah kaca pireks, satu paket narkoba jenis sabu, satu paket sisa sabu, handphone samsung warna putih, dan sejumlah uang yang diduga hasil transaksi.
“Barang bukti dan tersangka sudah diamankan ke Mapolres Banggai untuk pengembangan penyelidikan,” ungkap Kasat Narkoba Polres Banggai, Iptu Chandra, Selasa (6/9) di ruang kerjanya.
Ia mengungkapkan, sebelum penangkapan, pihaknya dihubungi petugas sipir Lapas Kelas IIB Luwuk, yang mencurigai gerak gerik seorang pengunjung, Halim Alipara, karena terlihat membuang sesuatu yang dicurigai sabu-sabu di atas lantai saat digeledah petugas.
Menerima laporan tersebut, Ia bersama beberapa anggota Satuan Narkoba langsung menuju Lapas Kelas IIB Luwuk.
“Waktu tiba di sana, kami langsung mengamankan dan menggeledah tersangka. Kami menemukan satu paket sabu yang dibungkus dengan lakban coklat,” ungkapnya. Pihaknya juga menemukan satu kaca pireks di saku celana tersangka.
Saat itu Satuan Narkoba juga memeriksa mobil avansa berwarna putih dengan nomor polisi DN 987 CD, yang digunakan tersangka. “Dari dalam mobil ditemukan juga satu kaca pireks dan sisa bungkusan sabu yang sudah dipakai,” bebernya.
Setelah barang bukti diamankan, pihaknya langsung menanyai tersangka soal asal barang haram tersebut. Apakah dari Lapas atau dari tempat lain. Tersangka diam. Tak menjawab. Tersangka menjawab pertanyaan itu ketika dihadapkan langsung dengan seorang terpidana kasus narkoba, Nurdin. “Nanti sudah diperhadapkan barulah tersangka mengaku kalau barang itu diperoleh dari seorang napi narkoba, Nurdin,” kata Chandra.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Napi dan Kegiatan Kerja, Iksan, saat dikonfirmasi koran ini enggan berkomentar. “Saya belum tahu itu, karena saya ada di luar tadi. Sampai sekarang belum ada laporan ke saya. Hubungi saja Kalapas dan Kepala KPLP,” jawabnya singkat via sms.
Hal senada juga diperlihatkan oleh Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, JFK Johannes. “Nanti datang saja di kantor supaya jelas,” jawabnya. Tapi ketika wartawan koran ini datang ke kantornya, Johannes tidak berada di tempat. “Pak Kalapas mungkin lagi keluar makan. Tunggu saja atau nanti sedikit lagi baru balik,” kata seorang penjaga pintu masuk.(awi)

About uman