Home » Politik » Tolak Mahar, Setnov Evaluasi Penetapan DPP
Tolak Mahar, Setnov Evaluasi Penetapan DPP
Harsono Moidady

Tolak Mahar, Setnov Evaluasi Penetapan DPP

LUWUK — Partai Golkar (PG) segera bersikap. Jumat (2/9) lalu, DPP PG akhirnya menetapkan komposisi kandidat yang akan diusung pada pilkada serentak gelombang ke dua nanti.
Sekretaris DPD II Golkar Banggai Kepulauan (Bangkep), Harsono Moidady menyampaikan, sebanyak 91 dari total 101 daerah yang akan melaksanakan pilkada 2017 telah dibahas. Untuk dikeluarkannya SK rekomendasi saat ini tinggal menunggu tanda tangan Ketua Umum (Ketum) PG, Setya Novanto (Setnov).
“Penekengan tidak dilakukan begitu saja karena pak Setnov menegaskan untuk terlebih dahulu mengevaluasi hasil penetapan DPP,” ungkap Harsono, Senin (5/9).
Hal itu menyusul tersinyalirnya ketimpangan dibalik berkas persyaratan pendaftaran sejumlah figur yang tidak mendasari PO (petunjuk organisasi) PG Nomor 1 tentang pejaringan kada. Dugaan yang mencuat diantaranya, manipulasi hasil survei dan perburuan rekomendasi yang tidak berdasarkan mekanisme alias “potong kompas”.
“Saat mencalonkan ketua Golkar dalam janji politiknya pak Setnov mengharamkan adanya mahar kepada figur usungan. Untuk memastikan itu pak Ketum akan mengevaluasi seluruh berkas di 91 daerah apakah telah sesuai mekanisme atau malah terjadi lobi-lobi yang bersifat pragmatis sehingga menabrak aturan partai,” jelas Potik –panggilan akrab Harsono-.
Harsono menilai, kondisi tersebut merupakan signal bahwa Setnov ingin membuktikan komitmennya dengan merubah paradigma negatif PG yang dilakukan para pendahulu.
Di pilkada Bangkep misalnya. Golkar dikejutkan dengan masuknya nama Zainal Mus sebagai calon usungan Golkar. Padahal Zainal sebelumnya tidak pernah mendaftarkan diri melalui kepengurusan DPD II berdasarkan aturan partai.
“Selain tidak melalui penjaringan survei elektabilitas Zainal Mus berada jauh dibawah Lania Laosa. Sekalipun kondisinya seperti itu kok Zainal kemudian digadang-gadang berpeluang besar merebut rekomendasi, padahal pak Lania adalah ketua PG Bangkep,” terangnya.
Karena itu, DPP PG akan menunjuk lembaga survei Indobarometer untuk mendeteksi tingkat keterpilihan figur terhadap masyarakat sebagai faktor penentu arah dukungan partai. Ketika seluruh persyaratan terpenuhi maka figur yang nantinya diusung Golkar wajib berkomitmen terhadap kontrak politik partai.
“Peraturan partai mewajibkan setiap figur usungan (kader atau non kader,Red) bersama-sama membesarkan PG. Kami tak alergi dengan kandidat manapun sepanjang lobi-lobi yang dilakukan tidak menabrak aturan. Kami percaya Setnov akan menegakan aturan PG dimasa kepemimpinannya,” imbuh Potik.
Sementara itu, Staf Khusus Zainal Mus, Mustakim Ladee menegaskan, persentase perbedaan survei antara Zainal dengan Lania Laosa hanya berkisar 5 pesen. Menurutnya, untuk pendatang baru sekelas Zainal Mus kondisi itu cukup memperlihatkan potensi persaingan sepadan. Apalagi mengingat saat ini tahapan pilkada masih pada proses perburuan rekomendasi.
“Bisa jadi ketika memasuki tahap penetapan calon dan selanjutnya persentasenya terus menanjak naik,” katanya optimistis, Senin kemarin.
Diakuinya, proses masuknya Zainal Mus dalam bursa kandidat usungan Golkar tidak melalui tahapan penjaringan ditingkat kabupaten. Namun untuk melesatkan langkah politik bersama Golkar, upaya Zainal dimulai dari tingkat DPD I Sulteng dan DPP. Karena itu dalam rapat pilkada DPP Golkar akhirnya menetapkan mengakomodir Zainal sebagai calon usungan partai di Bangkep.
“Apalagi beliau bukanlah orang asing dalam kepengurusan beringin.  Pak Zainal merupakan mantan ketua DPD II Golkar Kepulauan Sula, provinsi Maluku Utara serta mantan ketua DPRD kabupaten Pulau Taliabu dari fraksi Golkar. Jadi Zainal adalah kader partai,” tegasnya.
Dengan begitu Mustakim optimistis, apa yang diupayakan saat ini akan melegitimasi Zainal Mus pemegang rekomendasi Golkar hingga tampil sebagai pemenang di pilkada Bangkep kali.(tr-53)

About uman