Home » Banggai Laut » Transplantasi Terumbu Karang Belum Maksimal
Transplantasi Terumbu Karang Belum Maksimal
Sejumlah relawan menurunkan salah satu media transplantasi terumbu karang saat peluncuran program bulan bhakti stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (KIPM) kelas II Luwuk Banggai, pertengahan Juli lalu.

Transplantasi Terumbu Karang Belum Maksimal

BANGGAI – Penanganan program perlindungan biota dan ekosistem laut perlu mendapat perhatian serius. Sebab, sejumlah kalangan menilai langkah tersebut tidak  ditindak lanjuti secara maksimal sehingga terkesan hanya seremonial belaka.
Sejak Kabupaten Banggai Laut masih tergabung bersama Kabupaten Banggai Kepulauan, terhitung sudah tiga kali program transplantasi. Salah satu lokasi favorit di perairan Desa Bonebaru, Kecamatan Banggai Utara.
Kepala bidang Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kabupaten Banggai Laut, Herto Sampelan mengakui, program perlindungan hayati kelautan memang harus dibarengi pemeliharaan dan perlindungan.
“Tapi survei membuktikan bahwa perkembangan terumbu karang masih jalan ditempat. Masalahnya, setelah gebrakan perdana, program langsung ditinggalkan begitu saja,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Dalam beberapa pengamatan pasca program, diketahui bahwa tata cara penangkaran yang dilakukan juga belum sempurna. Hal yang sering terjadi lanjut Herto, rumah karang sering ditutup atau ditumpuk oleh media pengembang lain yang disebut roti buaya. “Hasil penyelaman diketahui, karang yang dikembangkan malah ditutup dengan media roti buaya sehingga perkembangan karang terhambat,” jelasnya.
Herto menyatakan, bakal merumuskan upaya keberlanjutan pemeliharaan dan perlindungan. “Ke depan, saya berharap konsep ini bisa direalisasikan. Selain penanganan berkelanjutan, warga pun harus diedukasi terkait pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” tuturnya.  (sbt)

About uman