Home » Berita Utama » Diyakini Ada Tersangka Baru
Diyakini Ada Tersangka Baru
Terdakwa mantan Komisioner KPU Kabupaten Banggai Supriadi Jafar saat menjalani persidangan di PN Palu Kamis (1/9) pekan lalu.

Diyakini Ada Tersangka Baru

LUWUK–Mantan Ketua Panwascam Luwuk, Prayudi Baharullah meyakini ada tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi dana hibah KPU Banggai tahun anggaran 2015 menyusul fakta persidangan di PN Palu akhir pekan lalu.  “Sangat memungkinkan ada tersangka baru. Sebab dana yang dikantongi tersangka turut dibagikan kepada tiga anggota komisioner KPU Banggai,” kata Prayudi.
Menurut Prayudi, penyidik sebaiknya menjadikan fakta persidangan itu sebagai pintu masuk untuk memproses ketiga nama yang disebut Supriyadi Jafar dihadapan Majelis Hakim PN Palu.
“Tak mesti harus Supriyadi. Tapi tiga komisioner KPU Banggai lainnya juga harus bertanggung jawab. Sebab disitu ada kerugian negara,” tandas pria yang akrab disapa Udi ini.
Penilaian serupa juga diungkapkan pegiat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Luwuk, Adar Lasalimu akhir pekan lalu. Menurutnya, permainan pengadaan mobil operasional fiktif tertutup bagi publik. Tapi, tidak untuk internal lembaga independen tersebut, khususnya di jajaran komisioner.
“Tidak mungkin yang mengetahui ini kasus ini hanya satu komisioner serta oknum terkait lainnya. Saya menduga perkara sudah diketahui lebih awal oleh komisioner lainnya,” nilainya.
Hanya saja, mungkin karena alasan kedekatan emosional dan sebagainya membuat komisiner lain memilih bungkam untuk menghindari masalah. “Sejak lama kami memertanyakan kelanjutan kasus ini, khususnya tentang keberadaan tersangka lain. Bukan hanya mengenai sewa mobil operasional, mungkin saja ketika penegak hukum menggali peruntukan anggaran pilkada yang mencapai puluhan miliar menemukan kejanggalan lainnya,” katanya.
Dia berharap segala bentuk dugaan tindak pidana korupsi dibalik anggaran pilkada Banggai tahun 2015 diusut tuntas agar tidak merugikan daerah serta menyia-nyiakan uang rakyat.
Sebagaimana diberitakan Radar Sulteng (Jawa Pos Group) Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banggai, Supriadi Jafar, Kamis (1/9) pekan lalu, duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Palu. Terdakwa dimintai keterangan seputar perkara yang tengah melilitnya itu, yakni tindak pidana korupsi penyelewengan dana hibah pemilihan Bupati Banggai yang diambail dari anggaran APBD Tahun 2015.
Di hadapan Ketua Majelis Hakim, Muhammad Nur Ibrahim SH MH beserta dua anggota Majelis Hakim lainnya yaitu Drs Zul Manda Akt dan Margono SH MH, terdakwa Supriadi mengaku hanya menerima Rp140 juta. Bukan Rp167 juta sebagaimana keterangan dalam BAP Direktur CV Patty Raya Saleh Huraera.
“Saya tidak pernah menerima uang sebesar itu. Yang saya terima Rp140 juta, bukan Rp167 juta,” jelasnya menjawab pertanyaan salah seorang anggota Majelis Hakim Zul Manda.
Lanjut Supriadi, Rp140 juta uang tersebut kemudian dibagikannya kepada tiga orang komisioner lainnya. Mereka itu adalah Teguh Yuwono SPd, kemudian Hasrianti Sag, serta Dri Sucipto SH MH. Besaran yang diterima perorang, masing-masing sebesar Rp35 juta.  “Saya belum sempat mengembalikan uang itu, karena saat itu saya masih dalam pemeriksaan,” terang Supriadi di persidangan.
Menjawab pertanyaan Majelis Hakim soal adanya perjanjian sewa mobil rental, Supriadi mengakuinya, bahwa pengadaan 4 unit mobil sewa untuk operasional yang digunakan KPU Banggai dibenarkannya. Namun dalam perjalanannya 4 mobil rental yang digunakan bukan lagi menggunakan mobil rental milik Saleh Huraiera, melainkan menggunakan mobil pribadi.
Sekadar mengingatkan, JPU mendakwa Supriadi Jafar telah melakukan tindak pidana korupsi dana hibah yang bersumber dari APBD Kabupaten Banggai tahun 2015. Bahwa, dalam anggaran hibah tersebut, terdapat anggaran untuk pengadaan sewa kendaraan roda empat operasional KPU Banggai.
Muh Saleh Huraera selaku pemilik rental Patty Raya menandatangani perjanjian sewa mobil senilai Rp168 Juta untuk empat unit mobil Avanza selama tujuh bulan pada 18 Juni 2015 silam, dengan nilai kontrak untuk sewa kendaraan operasional bagi komisioner KPU Banggai senilai Rp 9 juta Juta per unit untuk setiap bulannya.
Kemudian pada 9 Juni 2015, pelaksanaan serah terima jasa berupa mobil yang ditandatangani oleh Muh Saleh Huraera selaku Direktur CV Patty Raya. Yang selanjutnya disaksikan Yustopan Yusuf, Adrianti Ekananta, dan Sahrul Saluki sebagai penerima barang atau jasa KPU Banggai. Namun ternyata serah terima jasa berupa mobil tersebut hanya formalitas untuk pencairan dana sewa mobil.
Setelah itu, Bendahara Pengeluaran KPU Banggai, Nurvida melakukan pembayaran sewa kendaraan operasional tersebut seluruhnya kepada Muh Saleh Huraera senilai Rp168 Juta setelah dipotong pajak. Lalu setelah pencairan tersebut ada pembicaraan antara Muh Saleh Huraera dengan Supriadi selaku Komisioner KPU Banggai, bahwa Supriadi meminta kembali dana yang telah dicairkan kepada Muh Saleh Huraera dengan alasan Supriadi akan merapatkan kembali ke KPU Banggai, dan Muh Saleh pada saat itu juga meminta uang senilai Rp 8 Juta.
Akan tetapi sampai dengan akhir masa kontrak pada Desember 2015, mobil tersebut tidak pernah diterima oleh KPU Banggai. Dalam perkara ini, JPU mendakwa dua orang, yakni Supriadi Jafar selaku mantan Komisioner KPU Banggai dan Muh Saleh Hiraera selaku Direktur CV Patty Raya. Keduanya didakwa dengan dakwaan Primer Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sidang akan dilanjutkan Kamis (8/9) pekan depan dengan agenda tuntutan JPU.
Sementara itu, terkait kesaksian Supriyadi Jafar, tiga komisioner KPU Banggai belum berhasil dikonfirmasi. Dri Sucipto yang dikonfirmasi Luwuk Post, via hand phone dengan nomor 08219278xxxx, tak menjawab permintaan konfirmasi. Begitu pula dengan Hasrianti. Diklarifikasi pada nomor 08234243xxxx, satu-satunya komisioner perempuan ini tak menggubrisnya. Tak jauh beda dengan Teguh Yuwono. Dihubungi pada nomor hand phone 08124547xxxx, Teguh memilih diam.  (yan/tr-53/mul/Radar Sulteng)

About uman