Home » Berita Utama » WNA Sulit Ditangkap
WNA Sulit Ditangkap
Iwan Said

WNA Sulit Ditangkap

LUWUK-Perintah Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Sudarto kepada polisi untuk mencari dan menangkap Warga Negara Asing (WNA) yang melakukan penambangan emas ilegal di Kilometer 47 Desa Uwemea, Kecamatan Toili sepertinya sulit direalisasikan. Pasalnya,  WNA asal Korea itu diduga kuat memiliki bekingan dari oknum di tubuh korps baju cokelat.
Mantan Anggota DPRD Banggai, Iwan Said,  mengungkapkan dua tahun silam pihaknya pernah memersoalkan aktivitas tambang yang dilakukan oleh lima orang asing di wilayah itu. Kelima WNA itu adalah Liu Yuan Lin alias Aling, Liu Yuan Yun alias Ayuan, Lin Jian Tian alias Atien, Hu Dong Liang alias Aliang, dan Chen Zhi Mou alias Amou. “Setiap kali kita tanya soal ijin mereka selalu menjawab kalau sudah urus di Ampana karena itu masih masuk wilayah Ampana. Ternyata ketika ada pertanyaan yang sama dari kabupaten tetangga mereka menjawab sebaliknya,” kata Iwan, Jumat (2/9).
Ia menuturkan selain beralasan ijinnya telah diurus di kabupaten tetangga, mereka juga kerap mengancam bahwa ada beking dari oknum di Polda Sulteng. Meski begitu, kata Iwan, Ia dan teman temannya tetap mempersoalkan keberadaan lima Warga Negara Asing (WNA) yang hanya bermodalkan kitas tersebut melakukan aktivitas tambang ilegal di Kabupaten Banggai. “Saya tidak tahu sekarang ya, tapi kalau dua tahun lalu mereka selalu bilang ada beking dari Polda. Bahkan mereka juga punya senpi. Tapi kita tetap persoalkan itu dan melapor ke Imigrasi dan itu ditindaklanjuti dengan deportasi,” ungkapnya.
Hanya saja, Ia mengaku heran mengapa kini para WNA itu kembali melakukan aktivitas yang sama.
Jika aparat kepolisian tidak berhasil menangkap WNA itu, maka menurutnya apa yang disebutkan dua tahun silam terkait adanya beking dari oknum di Polda Sulteng benar adanya. “Masak iya, warga kita yang menambang kecil-kecilan saja bisa kelihatan dan ditertibkan tapi WNA yang sudah menggunakan alat berat mereka (polisi,red) tidak tahu?” pungkasnya.
Iwan berharap aparat kepolisian dapat menunjukkan kemampuannya untuk menangkap sejumlah WNA yang telah merusak dan merampas kekayaan alam kabupaten Banggai. “Apalagi itu masih masuk kawasan hutan lindung,” tandasnya.(van)

About uman