Home » Berita Utama » Wabup Tinjau Lokasi Perkantoran Sultim
Wabup Tinjau Lokasi Perkantoran Sultim
Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo didampingi anggota DPRD Sulteng bersama para Kepala SKPD dilingkup Pemda Banggai, melakukan peninjauan lokasi calon perkantoran Sultim pada beberapa titik, Jumat (2/9).

Wabup Tinjau Lokasi Perkantoran Sultim

LUWUK– Wakil Bupati (Wabup) Banggai, Mustar Labolo Jumat (2/9) kemarin melakukan peninjauan lokasi calon perkantoran ibukota Provinsi Sultim. Dalam kunjungan pada beberapa titik itu, Mustar didampingi sejumlah anggota DPRD Sulteng dan beberapa Kepala SKPD dilingkup Pemda Banggai.
Lokasi yang pertama disambangi adalah lahan yang berada di belakang rumah jabatan (Rujab) Wabup di kawasan Bukit Halimun Kelurahan Tanjung Tuwis Kecamatan Luwuk Selatan. Rombongan kemudian menuju kantor Bappeda Kabupaten. “Kantor ini sangat memungkinkan dijadikan kantor Gubernur Sultim,” ucap Mustar saat diwawancara salah satu stasiun televisi yang ikut melakukan peninjauan kemarin sore itu.
Dari sana rombongan yang didalamnya terlihat Sri Indraningsih Lalusu aleg DPRD Sulteng asal PDI-Perjuangan dan Sriatun anggota Komisi I DPRD Sulteng asal PKS menuju lahan Apernas yang rencananya lokasi itu akan dibangun 1.000 rumah. “Ini menjadi bagian yang mendukung Sultim,” ucap Mustar.
Setelah mengelilingi lahan di kawasan Halimun seluas 53 hektar, rombongan menuju desa Biak Kecamatan Luwuk Utara. Lahan milik Ketua Forum Perjuangan Pembentukan Provinsi Sulawesi Timur (FP3-Sultim) Basri Sono juga dinilai layak untuk dijadikan pusat perkantoran.
Kunjungan Mustar yang turut didampingi instansi terkait diantaranya Bagian Pertanahan, Bidang Aset DPKAD, Kesbangpol, Dishut, Disciktar, Dishub serta Dinas PU Kabupaten Banggai ini, erat kaitannya dengan rencana kunjungan DPD RI yang akan menyambangi daerah ini tanggal 5 s/d 7 September mendatang.
“Titik-titik yang dikunjungi pak Wabup dan rombongan tadi, nantinya akan dikunjungi juga oleh Tim DPD RI,” kata sumber di Bagian Humas Setdakab Banggai.

PEMDA SIAPKAN
LAHAN 43 HEKTAR

Pemerintah Kabupaten Banggai memberikan apresiasi pada pimpinan DPRD, seluruh fraksi di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang telah mengeluarkan rekomendasi terkait pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Sulawesi Timur.
“Atas nama pemerintah daerah, masyarakat Kabupaten Banggai dan seluruh elemen perjuangan Sultim mengucapkan terima kasih pada pimpinan dan seluruh anggota DPRD provinsi dari seluruh fraksi yang telah mengeluarkan rekomendasi DOB Provinsi Sultim,” ucap Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo saat menerima pimpinan dan anggota Komisi 1 DPRD Sulteng, di kantor Bupati Banggai, Jumat (2/9).
Pemda Banggai, kata Wabup Mustar, telah memersiapkan segala hal terkait dengan berbagai persyaratan teknis sebuah ibukota provinsi. Diantaranya adalah penyiapan lahan untuk pembangunan fasilitas perkantoran pemerintah Sultim. “Pemda sudah menyiapkan lahan sekira 43 hektar untuk digunakan sebagai kawasan perkantoran untuk DOB Provinsi Sultim,” tegas Wabup Mustar di hadapan pimpinan Komisi 1 Sri Indraningsih Lalusu dan anggota yang mendampinginya.
Sementara itu, Pimpinan Komisi 1 DPRD Provinsi Sulteng Sri Indraningsih Lalusu tak mampu melepas rasa harunya atas rekomendasi yang diteken pimpinan DPRD Sulteng itu. Sri bahkan bernostalgia saat-saat  perjuangan Sultim mulai digagas bersama-sama Mustar Labolo saat masih menjadi anggota DPRD Sulteng dari Partai Demokrat.
“Ini penantian yang panjang selama 16 tahun. Pak Mustar juga terlibat dalam memperjuangkan Sultim. Saya secara pribadi memberikan apresiasi  pada seluruh elemen perjuangan yang telah bersama sama melahirkan rekomendasi tentang pemekaran DOB Sultim ini,” jelas srikandi PDI Perjuangan dapil Banggai-Bangkep ini.
Sri menyatakan, setelah rekomendasi tentang pembentukan provinsi Sultim ini keluar. Gubernur Sulteng akan menindak lanjutinya ke Kementrian Dalam Negeri dan DPR RI untuk diproses lebih lanjut. “Saya optmistis paling lambat tahun 2017 mendatang Provinsi Sultim telah terbentuk dan saya bisa pulang kampung,” canda putri Babasal ini.
Meski begitu, Sri memastikan setelah rekomendasi keluar, pemprov Sulteng berkewajiban mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10 miliar pertahun untuk Sultim. “Sekarang kita semua harus segera menyiapkan  segala sesuatunya terkait berbagai persyaratan sebuah DOB,” tandas Sri. (yan/bd)

About uman