Home » Berita Utama » Pemilik Tambang Belum Ditangkap
Pemilik Tambang Belum Ditangkap
Sudah merusak lingkungan, dilakukan tanpa izin, oleh warga negara asing pula. Tapi, pemilik penambangan emas tersebut belum juga ditangkap. Barang bukti pun belum juga diamankan.

Pemilik Tambang Belum Ditangkap

TOILI-Setelah disorot sejumlah warga terkait barang bukti (babuk) tambang emas ilegal yang masih berkeliaran di wilayah Kecamatan Toili. Kapolsek Toili I Nyoman Dunia menegaskan, kewenangan untuk mengamankan babuk tambang ilegal itu ada pada pemerintah daerah Kabupaten Tojo Una-Una.
“Bukan  tanggungjawab Polsek Toili, melainkan instruksi penyitaan barang bukti tambang tersebut dimandatkan oleh Wakil Gubernur Sudarto kepada Bupati Tojo Una-Una,” ungkap Kapolsek  Jumat (2/9).
Ia menyatakan, pihaknya tak bisa mengamankan ataupun menyita salah satu barang bukti kendaraan roda empat yang digunakan pemilik tambang, bila tidak ada perintah dari Kapolres dan Wakil Gubernur Sulteng Sudarto.
“Kalau saya tangkap dan tidak berdasarkan perintah bisa saja saya nanti yang dipersalahkan.  Sebaiknya ditanyakan langsung di Pemda Touna, karena barang bukti tersebut adalah perintah langsung dari Wagub untuk mereka,” tandasnya.
Terkait dengan keberadaan WNA pemilik tambang ilegal yang berkeliaran di wilayah kerjanya. I Nyoman mengaku terus melakukan pemantauan terhadap WNA tersebut.
“Kita berupaya mencari informasi keberadaan mereka. Yang paling mungkin saat ini bukanlah menangkap melainkan pihak kepolisian mengawasi dan memantau pembersihan lokasi tambang tersebut sesuai dengan batas waktu yang diberikan oleh Wagub selama 14 hari,” pungkasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kades Uwemea Bambang mengungkapkan, keberadaan WNA pemilik tambang emas ilegal itu sepertinya sengaja disembunyikan. Pasalnya, dirinya mencurigai kepala BPD Sumarto Kuto yang sengaja menginformasikan rencana penyisiran wakil gubernur beberapa waktu lalu.
“Sebelum ada operasi penyisiran oknum BPD itu terlihat sibuk dan berada di wilayah tambang (Kilometer 47), bisa saja dia yang memberi tahu. mungkin Sumarto tahu keberadaan WNA itu, ” ungkapnya, Kamis (1/9).

Warga Siap Buktikan
Plt Kades Terima Uang

Pengakuan pelaksana tugas (Plt) kepala desa Uwemea terkait pemberian uang dari WNA pemilik tambang ilegal sebesar Rp 3 juta perbulan, dianggap bohong oleh salah satu warga Desa Uwemea.
“Itu bohong pak, saya yakin sekali Plt kades itu benar-benar menerima dana sebesar Rp 3 juta perbulan, dan saya siap jika ingin dimintai pertanggungjawaban soal ini,” jelas warga yang tidak ingin dikorankan, Jumat (2/9).
Warga tersebut juga mengatakan dana yang diterima oleh ketua BPD Uwemea hanyalah sebatas dana bantuan solar demi kebutuhan masyarakat di desa setempat bukanlah dana untuk pribadi.
“Itu dana untuk pembelian solar saja bukan untuk pribadinya, jika ingin dibuktikan saya siap untuk terbuka di depan umum,” pungkasnya lagi.(um)

About uman