Home » Berita Utama » Gadis SD Dicabuli sang Kakak
Gadis SD Dicabuli sang Kakak
Mawar (bukan nama sebenarnya,red), 12 tahun saat memberikan keterangan ke penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Banggai, Selasa (30/8).

Gadis SD Dicabuli sang Kakak

LUWUK-Aksi bejat dari lingkungan keluarga kembali terjadi di negeri ini. Setelah beberapa waktu lalu kasus pencabulan dilakukan oleh ayah kandung hingga anaknya hamil di kecamatan Toili menyeruak, kini muncul lagi persoalan yang hampir sama dari Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai. Seorang gadis yang masih duduk di bangku kelas enam Sekolah Dasar (SD) menjadi pemuas nafsu bejat kakak sepupunya selama dua tahun lebih.
Dalam keterangannya dihadapan penyidik, sebut saja Mawar (12), menuturkan kejadian yang menimpanya itu sudah terjadi sejak tahun 2014 silam. Saking berulang kali dicabuli TL (25), Mawar sampai lupa Ia telah berapa kali menjadi pemuas nafsu bejat sepupunya itu. Meski begitu, Mawar ingat saat pertama kali Ia dipaksa berhubungan badan ketika masih duduk di bangku kelas 4 SD.
Ketika itu, Mawar sedang tidur siang sepulang dari sekolah. Saat suasana rumah sepi, TL masuk ke kamarnya dan membuka seluruh pakaian Mawar, kemudian melancarkan aksi tak terpuji itu. Mawar akhirnya kehilangan mahkotanya. Tak hanya itu, pernah saat Mawar tengah asik bermain dengan teman-teman sebayanya, pelaku memanggilnya pulang ke rumah. Tak disangka panggilan pulang itu untuk melayani nafsu bejatnya. Kejadian itu terus berulang tanpa sepengetahuan keluarga lainnya. Bahkan, kata Mawar, satu ketika Ia tengah tidur pulas di malam hari, tiba-tiba saja TL sudah menindihnya. “Pertama kali itu saya ada tidur siang tiba-tiba saya sadar dia (TL,red) sudah tindis,” ungkap Mawar di hadapan penyidik, Selasa (30/8).
Meski telah berulang kali dicabuli, Mawar tak berani menyampaikan hal itu ke sanak family atau tetangganya. Parahnya, selain dirinya, Ia juga pernah mendapati kakak sepupunya itu tengah mencabuli DL, sepupunya yang masih berusia 10 tahun. “Saya juga sempat lihat DL dibikin begitu sama TL. Saya tidak sengaja lewat dan saya lihat mereka di dalam kamar,” katanya sambil terus menundukkan kepala.
Sampai akhirnya, saat liburan sekolah kemarin Mawar diajak pamannya berinisial AC ke kota Luwuk. Selepas liburan, tanpa alasan yang jelas Mawar tak mau dikembalikan ke kampung halamannya di kecamatan Nuhon. Pamannya pun curiga, tapi Mawar tetap tidak mau menceritakannya. Sampai akhirnya Ia dipindahkan ke salah satu sekolah di kota Luwuk. Beberapa hari yang lalu, Mawar buka mulut. Ia bercerita ke adik sepupunya soal pencabulan yang dialaminya selama dua tahun tersebut. Cerita itu kemudian disampaikan ke orang tuanya. Mengetahui hal itu, AC, sebagai paman langsung menanyakan kebenarannya ke Mawar. Saat mendapatkan pengakuan, AC bersama istrinya memutuskan melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) atas pencabulan  yang terjadi.
Kasubag Humas Polres Banggai, AKP Wiratno Apit menuturkan laporan kasus pencabulan itu sudah ditangani unit PPA Polres Banggai. “Sementara ditangani penyidik PPA, yang pasti proses hukum akan terus berjalan sesuai aturan yang ada. Ditunggu saja kelanjutan kasusnya,” terang Wiratno.
Wiratno menuturkan setelah mendapatkan keterangan dari korban, polisi akan segera mengamankan pelaku untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawabannya di hadapan hukum.(van)

About uman