Home » Berita Utama » Wagub Hentikan Tambang Emas Ilegal
Wagub Hentikan Tambang Emas Ilegal
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Sudarto saat menghentikan aktivitas tambang ilegal milik WNA asal Korea, Minggu (28/8) sekira pukul 11.30 Wita.

Wagub Hentikan Tambang Emas Ilegal

TOILI-Keresahan warga Uwemea Kecamatan Toili Barat terkait aktivitas tambang emas ilegal di kilometer 47 akhirnya disikapi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Penambangan ilegal yang diduga dilakukan  warga negara asing (WNA) asal Korea itu dihentikan oleh Wakil Gubernur Sudarto yang meninjau lokasi itu bersama Bupati Banggai Herwin Yatim, Wabup Banggai Mustar Labolo Bupati Tojo Una –Una,  Muhammad Lahay, Dandim 1308 LB Letkol. Sapto Irianto dan Kapolres Banggai Jamaludin Patih beserta Dinas Pertambangan Dan Energi (Distamben) Kabupaten Banggai, minggu (28/8) sekira pukul 10.30 Wita.
Saat kedatangan Wagub, WNA yang diduga pemilik perusahaan ilegal tersebut tidak berada di lokasi tambang. Hanya ditemukan sebuah alat berat jenis eksavator, mobil toyota Hilux warna merah dengan nomor polisi DN 8888 AA dan sejumlah bahan kimia jenis amoniak yang dicurigai untuk mengelola tambang emas. Melihat hal tersebut, Sudarto meminta kepada aparat keamanan agar beberapa barang bukti tersebut segera diamankan.
Tidak hanya itu, Sudarto juga meminta kepada Plt Kepala desa Bambang beserta BPD Sumarto Kuto agar segera mengosongkan lokasi tambang tersebut paling lambat 1 sampai dua minggu.”Paling lambat 1 sampai 2 minggu, jika belum diselesaikan maka tempat mes dan lain-lainnya akan dibakar,” tegas Sudarto.
Informasi yang disampaikan seorang tukang masak di mes penambangan, WNA tersebut berada dikontrakan di unit 1 Kecamatan Moilong bersama manager yang bernama Firman. Karena itu, Sudarto meminta agar Kapolsek Iptu I Nyoman Dunia mencari WNA asing tersebut dan menangkapnya. “Saya minta Kapolsek mencari informasi keberadaan WNA itu dan menangkapnya, sehingga persoalan ini tidak terulang kembali,”katanya lagi.
Terpisah, Bupati Touna Muhammad Lahay mengatakan aktivitas tambang tersebut telah berdampak buruk pada kehidupan masyarakat yang ada diwilayahnya. Sebab, dari pembuangan limbah tambang yang mengandung bahan kimia ke sungai, mengakibatkan pencemaran air sungai yang membuat sumber air tidak lagi dapat digunakan dan berefek gatal-gatal di kulit. “Harus diberhentikan aktivitas ini, sebelum semakin meningkat dampak negatifnya ke warga,” singkatnya.(um)

About uman