Home » Berita Utama » Oknum Polisi Pukul Warga Maahas
Oknum Polisi Pukul Warga Maahas
AKSI BAKAR BAN: Masyarakat Kelurahan Maahas melakukan aksi bakar ban sebagai bentuk protes terhadap oknum polisi, Minggu (28/8).

Oknum Polisi Pukul Warga Maahas

LUWUK–Keamanan Kota Luwuk kembali terusik. Minggu (28/8) warga Kelurahan Maahas memblokade jalan dengan membakar ban bekas. Hal itu dipicu oleh oknum polisi yang diduga main hakim sendiri. Awal kejadian terjadi sekira pukul 02.00 dini hari. Dari keterangan Lurah Maahas Andi Rustam Minggu (28/8), disebutkan dua orang pemuda Maahas yang sedang bertugas menjaga keamanan di Happy Puppy Karoke melihat seorang lelaki memukul perempuan sehingga terjadi keributan. Namun, kondisi itu sudah diamankan petugas keamanan. Tapi berselang beberapa waktu kemudian datang mobil patroli sehingga keributan kembali terjadi.  Kedua pemuda maahas yang bertugas menjaga happy puppy tersebut dihajar oleh oknum polisi yang menyebabkan kedua pemuda tersebut babak belur.
Andi mengatakan, kedua pemuda tersebut sudah membuat laporan polisi. Keduanya juga sudah divisum.“Tapi karena kedua pemuda tersebut merasa pusing sehingganya proses pemeriksaan akan dilanjutkan Senin (29/8),” katanya.
Ia mengatakan, aksi massa bakar ban merupakan spontanitas warga yang kecewa terhadap oknum polisi yang main hakim sendiri.
Sementara itu, Kapolres Banggai, AKBP Jamaludin Farti, saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemukulan warga Maahas yang dilakukan anak buahnya berinisial AR. “Kami pasti akan proses hukum oknum anggota polisi itu,” tegasnya saat dikonfirmasi koran ini via telepon, Minggu (28/8).
Meski demikian Ia mengimbau kepada seluruh warga Maahas agar jangan mudah terprovokasi dengan ulah pihak ketiga yang sengaja memperkeruh keadaan. “Kalau ada persoalan hukum, jangan merugikan banyak orang. Silahkan lapor ke aparat penegak hukum. Dan pasti akan diproses,” tandas Jamaludin.
Ditanya soal kronologis pemukulan, Ia mengungkapkan, kejadian tersebut bermula ketika ada sepasang kekasih bertengkar di lahan parkir depan Happy Puppy Karoke, Minggu dini hari (28/8) sekira pukul 02.00 Wita. Saat itu, pacarnya langsung memukul ceweknya sendiri di hadapan warga yang menyaksikan.
Tiba-tiba, datang 6 anggota polisi berpakaian preman. Awalnya mereka ingin karaoke, tapi karena melihat pertengkaran tersebut, membuat beberapa anggota turun dari mobil dengan maksud ingin melerai. Tak disangka, niat baik itu ditantang oleh seorang yang diduga tukang parkir untuk berkelahi.
“Karena merasa ditantang, seorang anggota polisi itu langsung memukulnya (tukang parkir_red). Dan mereka langsung pergi,” ungkap Jamaludin.
Merasa tidak terima dengan tindakan oknum anggota polisi tersebut, maka warga Maahas langsung memblokade jalan. “Kalau ada asap pasti ada api. Kami paham dengan situasi ini, sehingga kami tegaskan bahwa oknum anggota polisi itu pasti akan diproses. Jadi jangan bertindak yang merugikan banyak orang,” tegas Jamaludin.
Sementara itu, aksi bakar ban tersebut baru bisa diredam sekira pukul 07.30 Wita. Bupati, Kapolres dan Dandim 1308 L/B harus turun tangan bernegosiasi dengan warga setempat. Sebab, saat itu, Bupati Herwin Yatim dan unsur Forkopimda serta sejumlah kepala SKPD melewati jalan nasional itu, menuju ke Kecamatan Toili untuk menjemput Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Sudarto.
Akibat aksi itu, kemacetan pun tak terhindarkan. Warga yang melewati jalur itu berjubel menyaksikan asap yang mengepul hitam. Arus lalu lintas kembali normal setelah pemadam kebakaran menjinakan api.  (tr-52/awi/ali)

About uman