Home » Politik » Lagi, Warga Solan Keluhkan Tagihan Listrik
Lagi, Warga Solan Keluhkan Tagihan Listrik
Sejumlah warga dari Desa Solan saat menyampaikan keluhan mereka terkait tagihan listrik yang mencapai jutaan rupiah, Kamis (25/8).

Lagi, Warga Solan Keluhkan Tagihan Listrik

LUWUK-Setelah sebelumnya sejumlah warga dari Desa Solan mengadu ke DPRD Banggai terkait keluhan atas kenaikan tarif listrik yang melonjak drastis. Kamis, (25/8) sejumlah warga dari desa yang sama kembali menyambangi gedung wakil rakyat. Mereka mengaku setiap bulan rutin membayar tagihan listrik. Hanya saja, mereka dikejutkan dengan munculnya pemberitahuan dari PT PLN bahwa telah terjadi penunggakan tagihan hingga jutaan rupiah. Tak terima, mereka akhirnya mengadukan keluhannya ke DPRD Banggai.
Berdasarkan keterangan dari pihak PLN yang dihadiri langsung oleh GM PT PLN area Luwuk, Samuji, penunggakan itu akibat terjadi kesalahan catat dari pihak ketiga yang selama ini bertugas sebagai tukang catat meteran listrik. Sehingganya, yang seharusnya dibayarkan pelanggan misalkan senilai Rp200 ribu hanya terbayarkan Rp85 ribu. Alhasil, dalam sistem tercatat sebagai penunggakan. Setelah menumpuk, jumlahnya bisa mencapai jutaan. Hal itu juga dibenarkan sejumlah warga, mereka mengatakan setelah melakukan pengecekan data pembayaran ada keganjilan. Seperti penggunaan salah satu pelanggan bernama Slamet. Pada bulan Juli 2016, catatan penggunaannya mencapai 3675 kwh, namun pada tagihan bulan Agustus 2016 tercatat hanya sebesar 3767 kwh. Artinya, penggunaannya justru turun, padahal harusnya bertambah. “Dia (juru catat,red) malas sehingganya hanya mengarang data. Tapi ini bukan kesalahan kami, makanya kami minta kebijaksaan jika memang tidak bisa diputihkan,” kata salah satu warga.
Mendengar ungkapan itu, Samuji menuturkan bisa mentolelir dengan memberikan waktu pelunasan sesuai kemampuan. Namun, pihaknya tidak dapat menghapus tunggakan yang ada akibat kesalahan dari pihak ketiga. “Silahkan dicicil setiap bulan sampai lunas,” pungkasnya.
Untuk meluruskan persoalan itu, Syafruddin Husain, anggota Komisi 3 DPRD Banggai yang menerima keluhan masyarakat bersama Saripudin Tjatjo mengungkapkan penghapusan tunggakan tidak mungkin dilakukan. Sebab, tunggakan itu jika dibayarkan akan masuk ke rekening negara. Artinya akan kembali juga ke masyarakat. Meski begitu, Ia sepakat jika pihak PLN memberikan kesempatan untuk dicicil. “Ini adalah kesalahan pada petugas pencatat dari pihak ketiga. Saya kira, ke depan agar pihak ketiga tidak sembarangan melakukan pencatatan, sebaiknya ada sanksi juga ke perusahaan mitra ini. Karena kalau nantinya ada kesalahan lagi masyarakat yang dirugikan, PLN juga tentunya dipusingkan. Jadi jangan hanya sudah dipecat dia bisa tidak enak, tapi harus ada sanksi agar tidak terulang lagi,” pungkasnya.
Setelah mendapatkan saran, PT PLN akhirnya menyanggupi permintaan perwakilan warga agar bisa menyempatkan diri datang langsung ke desa Solan untuk memberikan penjelasan kepada sejumlah pelanggan. Sehingga, semua bisa memahami bahwa tunggakan itu tidak bisa diputihkan, namun diberi kesempatan untuk dicicil hingga lunas.(van)

About uman