Home » Banggai Laut » Ko Suntek Bantah Berhutang pada Ko Beng
Ko Suntek Bantah Berhutang pada Ko Beng
Sunardy Hongkiriwang

Ko Suntek Bantah Berhutang pada Ko Beng

BANGGAI – Sunardy Hongkiriwang atau biasa dipanggil Ko Suntek, menolak disebut terlilit hutang kepada Deliantho Hargono alias Ko Beng. Pengusaha sukses lintas kabupaten (Banggai, Bangkep dan Balut) ini buru-buru mengklarifikasi tudingan tersebut.
Ditemui di kantor Gapensi Kabupaten Banggai, Kamis (25/8) kemarin, Ko Suntek menceritakan kronologis sehingga kasus ini mencuat di koran.
Empat tahun lalu, perusahaan milik Ko Suntek bernama PT Cipta Indah Karya mengikuti proses lelang proyek di Kabupaten Bangkep. Proyek jalan yang menghubungkan Desa Adean-Matanga Kecamatan Banggai Tengah-Selatan yang bernilai Rp 2,9 miliar itu dikerjakan oleh Ko Beng. “Saya ada buat kontrak dengan Ko Beng. Karena dalam mengerjakan proyek itu, Ko Beng menggunakan alat berat saya,” kata Ko Suntek.
Memasuki 60 persen pekerjaan, Ko Beng tidak menyanggupinya. Di dalam perjanjian, kata Ko Suntek, ketika pekerjaan tidak rampung maka ada denda berjalan yakni 1 per mil per hari atau 5 persen. Ko Suntek lantas mengambil alih pekerjaan tersebut.
Masih menurut cerita Ko Suntek, ada pekerjaan pasangan batu yang sebelumnya di subkon  kepada orang lain. Namun itu menjadi temuan. Sebab hasil pemeriksaan BPK, pekerjaan itu fiktif alias tidak ada. Konsekwensinya adalah pembayaran denda Rp 69 juta. “Denda itu saya bayar baik kepada subkon maupun denda BPK. Itu artinya saya dua kali membayarnya. Mestinya Ko Beng yang berhutang pada saya,” kata Ko Suntek.
Ko Beng lanjut Ko Suntek, pernah mengirim pegawai dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bangkep atas nama Anwar. Namun setelah diperlihatkan semua rincian, pegawai PU itu tidak ngotot.
“Sejauh ini Ko Beng tidak pernah berkomunikasi, sekalipun via hand phone. Tapi anehnya muncul di koran lantas menuding saya berhutang. Malah sebenarnya Ko Beng yang berhutang pada saya,” jelas Ko Suntek.
Sementara itu, melalui perwakilannya, Yasmin, Suntek menyatakan, jika Ko Beng keberatan atas kerjasama terhadap pelaksanaan paket pekerjaan, sebaiknya laporkan saja ke kepolisian agar lebih jelas. “Jangan hanya ngomong di koran, lapor saja ke Polres,” tegas Yasmin.
Menurut Yasmin, dalam persoalan itu, Ko Suntek telah menunjukan sikap bertanggung jawab demi menyelamatkan pekerjaan.
“Ada beberapa item pekerjaan yang tidak di selesaikan Ko Beng. Kami ambil alih di pertengahan. Sebab, jika tidak pekerjaan terancam gagal. Pasalnya perusahaan kami yang dipakai, kan bisa diblacklist nantinya,” tandasnya.
Secara terpisah, Ko Beng mengaku, mengantongi beberapa bukti perhitungan yang menguatkan pernyataannya. “Saya memang berniat melapor (Polisi, Red). Tapi kalu bisa diselesaikan damai kan lebih baik,” ujar Ko Beng. (yan/sbt)

About uman