Home » Berita Utama » Nanang Ditunjuk sebagai Mediator
Nanang Ditunjuk sebagai Mediator
MEDIASI: Sidang derden verzet eksekusi lahan Tanjung kembali ditunda hingga adanya proses mediasi.

Nanang Ditunjuk sebagai Mediator

LUWUK– Ketua Pengadilan Negeri (PN) Luwuk, Nanang Zulkarnaen Faisal, ditunjuk sebagai mediator dalam sidang gugatan perlawanan (derden verzet) eksekusi lahan Tanjung, Kelurahan Karaton, Senin (22/8) di ruang sidang PN Luwuk.
Penunjukan itu berdasarkan kesepakatan bersama antara Rusdin K Datu Adam dan Hadin Lanusi sebagai penggugat dan Mustapa Patiwael sebagai kuasa hukum ahli waris Berkah Albakar sebagai tergugat, di hadapan Ketua Mejelis Hakim Suhardin Z Sapaa, SH.
Hakim Suhardin memberikan waktu kepada penggugat dan tergugat selama 30 hari kerja untuk melakukan mediasi, tapi jika belum ada kesepakatan akan ditambah lagi selama 30 hari. “Mediasi dimulai Selasa (30/8) pekan depan. Jika waktu yang diberikan mediasi dinyatakan gagal, maka sidang akan dilanjutkan,” kata Hakim Suhardin seraya mengetuk Palu ditutupnya sidang dan akan dilanjutkan setelah ada laporan hasil mediasi.
Kuasa Hukum Ahli Waris Berkah Albakar, Mustapa Patiwael saat ditemui usai sidang menyatakan, sidang gugatan perlawanan (derden verzet) resmi dibuka. Sesuai hukum acara perdata dan peraturan Mahkamah Agung RI, sebelum perkara berlanjut dalam pemeriksaan pokok perkara, maka terlebih dahulu dilakukan mediasi untuk bermusyawarah.
“Kami selaku tergugat dalam derden verzet ini, akan tetap menunggu niatan baik dari penggugat,” tandas Mustapa.
Amatan Luwuk Post, sidang yang berlangsung hanya sekira 10 menit itu digelar berbeda dari dua gugatan yang sama. Sebab, ahli waris Berkah Albakar digugat oleh Rusdin K Datu Adam dan Rusdin Lanusi. Sementara itu, puluhan warga Tanjung yang lahannya masuk dalam objek sengketa, terlihat mengikuti persidangan. Mereka penasaran dengan kepastian hukum tentang kepemilikan lahan seluas 6 hektar tersebut.(awi)

About uman