Home » Berita Utama » Istri Kedua Masih Buron
Istri Kedua Masih Buron
AKP Wiratno Apit

Istri Kedua Masih Buron

LUWUK-Istri kedua yang diduga pelaku utama dalam kasus pembakaran suami-istri di Desa Bahari Makmur, Kecamatan Lamala, hingga saat ini masih belum diketahui keberadaannya.
“Kami sudah koordinasi dengan Krimsus Polda Sulteng untuk dilidik keberadaannya,” kata penyidik melalui Kasubag Humas Polres Banggai, AKP Wiratno Apit, Senin (22/8).
Kata dia, keberdaan istri kedua korban pembangkaran berada di luar Kabupaten Banggai. Jika sudah ditemukan, pihaknya akan sidik untuk pengembangan penyelidikan. “Jadi untuk saat ini dilidik dulu, kalau sudah ketemu baru disidik,” papar Wiratno seraya menambahkan sejauh ini sudah ada 8 orang yang diperiksa sebagai saksi.
Seperti diberitakan, Sutiono (40) dan istri pertamanya, Dakwatul Koimah (36), warga Desa Bahari Makmur, Kecamatan Lamala, dibakar hidup-hidup oleh seorang pelaku yang diduga adalah istri kedua Sutiono.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan pantat bebek-sebutan untuk Desa  Bahari Makmur- Senin (25/7) lalu, sekira pukul 13.30 wita.
Peristiwa terjadi saat suami istri itu sedang tidur terlelap di dalam sebuah tenda, tepat di lokasi usaha pengolahan sagu milik mereka.
Sebelum kejadian, sering terjadi perang mulut antara Sutiono dan istri keduanya, hanya karena ingin dibelikan sepeda motor. Tak hanya itu, ada banyak permintaan yang tidak disahuti Sutiono, sehingga istri keduanya berani melakukan tindakan melawan hukum tersebut.
Di lokasi kejadian terdapat dua buah tenda, satu ditiduri Sutiono dan Dakwatul, sementara satunya didiami empat orang karyawan mereka. Sekira pukul 13.30 wita, Sutiono dan Dakwatul tidur nyeyak di dalam tenda.
Tiba-tiba, empat karyawan kaget terbangun dan melihat Sutiono dalam keadaan terbakar langsung meloncat ke dalam selokan yang sering digunakan untuk mengambil air dalam proses pengolahan sagu.
Tak lama kemudian, Sutiono keluar dari dalam selokan dan menyatakan “Saya disiram dengan bensin”. Keempat karyawan itu langsung mendekati Sutiono yang sudah tidak berdaya dengan kondisi luka bakar. Bahkan setelah mengeluarkan suara “Saya disiram dengan bensin”, Sutiono tidak bersuara lagi. Tak jauh dari Sutiono, istri pertamanya juga sudah terkapar.
Melihat kondisi bos mereka terbakar, keempat karyawannya langsung melarikan Sutiono dan Dakwatul ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk untuk mendapat perawatan medis. Sayangnya, nyawa Sutiono tidak bisa diselamatkan, karena mengalami luka bakar sekira 98 persen. Sutiono menghembuskan napas terakhir, Jumat (29/7) sekira pukul 14.00 wita, setelah menjalani perawatan medis selama 4 hari. Sementara Dakwatul, istri pertamanya masih menjalani perawatan medis.(awi)

About uman