Home » Metro Luwuk » GAM di Permukaan Teluk Lalong, NDC di Bawah Laut Kilo 5
GAM di Permukaan Teluk Lalong, NDC di Bawah Laut Kilo 5
GAM Banggai setelah pengibaran bendera merah putih bersama puluhan nelayan di permukaan perairan Teluk Lalong, Kota Luwuk, Rabu (17/8).

GAM di Permukaan Teluk Lalong, NDC di Bawah Laut Kilo 5

ANTUSIAS masyarakat Kabupaten Banggai, khususnya di Kota Luwuk, dalam memperingati HUT RI Ke 71 sangat meriah. Puncak kemeriahan terlihat saat pengibaran bendera merah putih. Tak mau kalah dengan upacara Pemerintah Daerah (Pemda), organisasi pencinta lingkungan hidup pun ikut berpartisipasi.

Laporan, Asnawi Zikri/Luwuk Post

JAYALAH Indonesia. Doa ini dilantunkan seantero Nusantara pada peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ke 71 tahun, kemarin (17/8).  Ibarat manusia, umur ini sudah masuk kategori lanjut usia. Meski demikian, semangat perjuangan untuk membebaskan bangsa Indonesia masih melekat dalam sanubari generasi muda saat ini.
Sejak Proklamasi kemerdekaan Indonesia dikomandangkan oleh Ir Soekarno pada 17 Agustus 1945 silam, semangat ini tak pernah padam. 71 tahun bukan waktu yang singkat. Ide kreatif dan inovatif anak-anak bangsa selalu disalurkan dalam peringatan HUT RI 17 Agustus 2016.
Di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, sejak Senin (15/8) sisi kiri dan kanan jalan dihiasi bendera hias, tiang bendera tegak berdiri di depan perumahan warga, dwi warna (merah putih-red) berukuran kecil maupun besar berkibar di udara Bumi Babasal. Berbagai lomba dilakukan, mulai dari panjat pinang, tarik tambang, tarik tambang perahu, gigit sendok, bola dangdut, makan kerupuk, lomba busana daur ulang, perahu hias, gerak jalan indah, pawai karnaval, dan lain sebagainya. Anak-anak, remaja, orang dewasa maupun orangtua ikut terlibat di dalamnya.
Puncak kemeriahan terlihat saat upacara bendera merah putih, kemarin. Jalanan kota sepi kendaraan. Aktivitas pemerintahan, perekonomian, serta perkantoran swasta dihentikan. Semua fokus pada satu tujuan, yakni, mengenang perjuangan bangsa Indonesia tempo dulu, dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI.
Pengibaran sang saka merah putih di Kota Luwuk dilakukan di beberapa titik. Upacara resmi Pemda di lapangan Bumi Mutiara Alun-alun Kota Luwuk. Sementara ada dua titik pengibaran bendera merah putih yang bisa dibilang unik.
Pagi sekira pukul 08.00 wita, Gabungan Aktivis Manthailobo (GAM) Kabupaten Banggai, mengibarkan bendera merah putih di atas permukaan laut Teluk Lalong, Kota Luwuk, bersama-sama dengan puluhan perahu nelayan.
Sementara, siang sekira pukul 12.00 wita, Napoleon Divers Club (NVC) Luwuk Banggai mengibarkan bendera merah putih di bawah laut wisata bahari kilometer 5, Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan. Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo pun ikut terlibat menyelam ke dasar laut.
GAM dalam upacara tersebut, melibatkan puluhan nelayan. Saat kenaikan bendera, para nelayan berdiri tegap di atas perahu masing-masing yang sudah dihiasi bendera hias. Hormat dan menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dengan raut wajah penuh semangat. Tak hanya sekedar upacara, momentum ini merupakan rangkaian dari Festival Merah Putih Teluk Lalong. Bahkan, ada pesan moral yang disampaikan kepada masyarakat, yakni, menjaga keindahan dan kebersihan Teluk Lalong. Sebab, Teluk Lalong adalah ikon Kabupaten Banggai. Langkah ini juga bersinergi dengan program Pinasa (Pia Na Sampah Ala), kalimat ini berasal dari bahasa Saluan yang artinya, Lihat Sampah Ambil.
“Kami harapkan, Festival Teluk Lalong ini merupakan iven tahunan yang wajib dilakukan. Agar pesan-pesan moral kepada masyarakat tersalurkan. Sebab, hanya melalui ivenlah, masyarakat dari berbagai kelompok maupun golongan berkumpul,” kata Ketua GAM Banggai, Lahmudin Massa.
Tak hanya GAM, DNC Luwuk Banggai juga membawa pesan moral saat pengibaran bendera merah putih di bawah laut wisata bahari kilometer 5. Masih seputar Pinasa. Ratusan warga yang menonton dijadikan sebagai momentum untuk menyampaikan pesan moral tersebut. Jagalah kebersihan, dilarang membuang sampah di laut, dan menjaga terumbu karang demi masa depan anak cucu kita.
Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo, tak mau kalah. Masih lengkap dengan seragam putih-putihnya, Mustar langsung bergegas tukar seragam putih-putih dengan pakaian diving. Padahal, sekira 30 menit sebelumnya, Mustar bersama Bupati Banggai Herwin Yatim dan unsur Forkopimda lainnya barulah mengikuti kegiatan pemberian remisi bagi 159 napi di Lapas Kelas IIB Luwuk.
Dari seluruh rangkaian sebelum dan sesudah peringatan HUT RI Ke 71 tahun di Kabupaten Banggai, semoga semangat kebersamaan selalu melekat dan tetap kokoh hingga tahun-tahun selanjutnya. Jayalah Indonesia, Jayalah Kabupaten Banggai.(*)

About uman