Home » Berita Utama » “Tomundo” Linca Bela Herwin
“Tomundo” Linca Bela Herwin
Syahrin Taalek

“Tomundo” Linca Bela Herwin

LUWUK-Pernyataan Bupati Banggai, Herwin Yatim yang mengaku sudah berkomunikasi dengan mantan Bupati Banggai, Sofhian Mile maupun Ma’mun Amir yang merupakan rival politiknya pada pilkada desember lalu,terus menuai komentar. Pengakuan Herwin yang kemudian dibantah oleh para pendukung Ma’mun Amir itu dinilai bukan sebuah pembohongan publik.
Pernyataan Bupati Banggai Herwin Yatim saat memberikan sambutan pada halal bi halal di Kecamatan Pagimana dinilai tak lebih dari communication engineering atau rekayasa komunikasi.  “Ini sebenarnya biasa dalam politik. Dan jangan dinilai negatif. Isi pernyataan Herwin Yatim sebenarnya adalah sebuah rekayasa komunikasi dan lumrah dilakukan oleh seorang politisi,” kata Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Luwuk, Syahrin Taalek, Rabu (17/8).
Pernyataan Herwin kata dia, hendaknya tidak dinilai dari benar tidaknya. Meskipun disampaikan dihadapan ribuan warga Kecamatan Pagimana.
Pria yang akrab disapa ‘Tomundo’ LINCA menilai kalaupun benar Herwin belum pernah berkomunikasi secara langsung dengan Ma’mun Amir pasca pilkada Banggai 2015, bupati terpilih itu tak semestinya langsung dituding melakukan pembohongan publik. “Saya melihat ini adalah upaya Herwin untuk mencapai komunikasi secara langsung. Dengan cek and ricek yang dilakukan Umurdin Budahu kepada Ma’mun Amir itu sebenarnya tujuan yang ingin dicapainya sudah berhasil,” katanya.  Artinya, secara tidak langsung pernyataan Herwin yang kemudian disambut Umurdin menandakan pesan tersebut sudah sampai pada obyek yang dituju, dalam hal ini Ma’mun Amir.  Rekayasa Komunikasi sambung Syahrin itu lumrah dalam ranah politik. Dan para politisi tidak kaget dalam melakukan konsep itu. “Bagi saya itu cara Herwin dalam membangun komunikasi bertahap. Dan semua pihak perlu memberi dukungan. Sebab tujuan dari pernyataan itu sebenarnya ingin menyatukan kembali kekuatan kekuatan ditingkat masyarakat yang sempat terkotak-kotak,” kata Syahrin.
Syahrin juga meminta Umurdin untuk tidak menjadikan adat sebagai kekuatan penekan karena hanya akan melahirkan perpecahan. Sebab adat dalam Babasal mengedepankan ilahiyah yang bersendikan agama. “Saya lebih sepakat jika adat Babasal menjadi pemersatu bagi masyarakat Kabupaten Banggai yang heterogen,” kata Syahrin. (yan)

About uman