Home » Politik » Bagaimana Nasib Lania?
Bagaimana Nasib Lania?
Lania Laosa

Bagaimana Nasib Lania?

LUWUK — Lania Laosa seperti tengah diterpa badai politik maha dahsyat jelang Pilkada Bangkep tahun 2017 nanti. Rumor bernada pesimistis Lania  gagal mengantongi rekomendasi parpol tak henti dihembus oleh berbagai pihak.
Padahal, sebagai calon petahana sekaligus pimpinan partai raksasa di bumi Peling (Golkar,Red), kepiawaian bupati Bangkep itu dalam berburu tiket parpol tak diragukan lagi. Mulanya, Lania Laosa diyakini bakal diusung oleh koalisi Golkar, PAN dan Hanura.
Jika itu terjadi Lania Laosa dipastikan menjadi kosntestan Pilkada Bangkep dengan jumlah dukungan paling gendut, yakni 12 kursi (Golkar 5 kursi, PAN 5 dan Hanura 2,Red). Namun, pergeseran konstelasi terjadi yang mulai ditandai dengan ketidakjelasan sikap politik Golkar.
Bahkan, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Wilayah II Indonesia Timur dari DPP Golkar, Ahmad Hidayat Mus menegaskan beringin rindang tak akan mengusung Lania. Pernyataan serupa juga dikabarkan datang dari Plt Ketua DPD I Golkar Sulteng, Muhidin Said.
Sementara Partai Amanat Nasional (PAN), melalui pimpinan DPW Sulteng, Oskar R Paudi telah menegaskan tak akan mengusung Lania. Alasannya, kepercayaan publik di Bangkep kepada Lania telah berkurang sehingga dikhawatirkan menutup peluang kemenangan.
Sementara Plt Ketua DPD PAN Bangkep, Kristanto Apit, Rabu (17/8) kemarin tak berkomentar panjang lebar soal sikap partainya. Dia hanya menyampaikan kepada awak media, pekan depan kabar menarik terkait itu akan dirilis.
“Biarkan saja politik bergerak sedinamis mungkin. Tenang saja, minggu depan sudah ada informasi bagus,” katanya, singkat.
Sejumlah pihak meyakini, berubahnya sikap ke dua parpol pemilik 5 kursi di DPRD Bangkep tersebut terjadi setelah mencuatnya nama Zainal Mus dan Rais Adam. Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Bangkep itu dikabarkan telah berhasil menyabotase pergerakan rival dalam berburu rekomendasi Golkar dan PAN melalui deal-deal politiknya.
Lain halnya dengan Hanura Bangkep yang masih bersikukuh menjaga komitmen awal mengusung dan memenangkan Lania Laosa. “Harta yang paling berharga bagi setiap manusia adalah komitmen dan konsistensi. Itulah saya,” tekan Ketua DPC Hanura Bangkep, Djufri Hermawan, Rabu (17/8).
Lalu bagaimana dengan upaya komunikasi politik yang tempuh Zainal Mus demi merebut rekomendasi Hanura. Bahkan dikabarkan pula Hanura bakal berafiliasi ke pasangan Zainal-Rais. “Hanya mimpi yang bisa mewujudkan semua, tidak benar itu. Karena mekanisme di internal Hanura sementara berjalan, tidak ada satupun kandidat yang dibenarkan potong kompas,” tegasnya.
Kendati nantinya berhasil merebut Hanura, Lania Laosa dipastikan tak dapat mencalonkan diri sebagai kontestan Pilkada melalui jalur parpol tanpa tambahan dukungan parpol lain. Alasannya, koleksi 2 kursi Hanura belum memenuhi syarat minimal dukungan partai, yakni 20 persen kursi di parlemen alias 5 kursi.
Sekalipun demikian, para simpatisan Lania Laosa  optimistis jagoannya tak akan absen di Pilkada serentak gelombang ke dua awal tahun 2017 mendatang.(tr-53)

About uman