Home » Berita Utama » Napi Bebas Main Facebook
Napi Bebas Main Facebook
Sejumlah orang yang diduga napi/tahanan Lapas Kelas IIB Luwuk, terlihat mengunggah foto di sosial media facebook, Jumat (12/8) pekan kemarin.

Napi Bebas Main Facebook

LUWUK-Pengamanan dalam Lapas Kelas IIB Luwuk bisa dikatakan tidak steril. Sejumlah tahanan dan napi terlihat mengunggah foto pada sosial media facebook dan Blackberry Messenger  (BBM) saat kegiatan pertandingan sepak bola merayakan HUT RI Ke-71, Jumat (12/8) pekan kemarin.
Foto diduga diunggah oleh seorang tahanan narkoba, dengan raut wajah yang penuh keceriaan bersama-sama dengan beberapa temannya sesama warga binaan atau narapidana (Napi). Bahkan, dalam foto itu juga terlihat seorang terpidana narkoba, Ningsih alias Noni, yang divonis 5 tahun 6 bulan hukuman penjara oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Luwuk, belum lama ini.
“Edisi tadii nonton bola bareeng” postingan status dengan 4 foto yang diunggah oleh akun facebook atas nama Christiani Issu Sida.  Foto ini menunjukan suasana di dalam Lapas Kelas IIB Luwuk.
Kondisi ini makin menguatkan opini publik tentang kondisi Lapas Luwuk. Termasuk terkait peredaran narkoba yang dikendalikan napi dari balik jeruji besi. Bagaimana tidak, napi yang diharamkan menggunakan handphone (HP) di dalam Lapas, justru terlihat bebas menggunakan perangkat telekomunikasi elektronik itu. Bahkan, bila dilihat dari unggahan di facebook itu, napi seakan diijinkan.
Hanya saja meskipun Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, JFK Johannes, mengakui adanya kegiatan sepak bola di dalam Lapas yang dilakukan pada Jumat, pekan lalu, Ia mengaku tak tahu menahu dengan tahanan dan napi yang main facebook. “Iya betul dan besok ada kegiatan lomba olah raga tradisional. Dimulai jam 8 serentak di seluruh Indonesia,” katanya saat dikonfrmasi wartawan via telepon, Minggu (15/8).
Ketika ditanya soal napi/tahanan yang mengunggah foto di facebook, Ia justru tidak tahu apa-apa. “Maaf saya belum tahu,” singkatnya. Meski demikian, kepada wartawan koran ini, Johannes menegaskan pihaknya sudah semaksimal mungkin mengantisipasi penggunaan HP di dalam Lapas, karena napi dilarang keras menggunakan HP. Bahkan, hampir setiap bulan, petugas melakukan penggeledahan di blok-blok napi. “Ada yang didapat. Tapi setelah itu, masih ada juga HP di dalam Lapas. Aneh juga,” ungkap Johannes.
Menurut dia, berbagai macam cara pasti dilakukan napi agar bisa menggunakan HP. Bahkan, bisa saja HP dibungkus dengan benda lunak, kemudian dilempar melalui pagar Lapas. “Semua itu bisa saja dilakukan napi. Apalagi jumlah petugas keamanan sangat minim di dalam Lapas,” bebernya.(tim)

About uman