Home » Politik » Golkar Hendaki Aklamasi
Golkar Hendaki Aklamasi
Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto saat menyampaikan pidato politiknya di hadapan ratusan kader beringin rindang wilayah Sulawesi Tengah di kota Palu, Sabtu (13/8).

Golkar Hendaki Aklamasi

LUWUK — Berhasil keluar dari pusaran konflik dualisme kepemimpinan melalui Munaslub tahun ini membuat Partai Golkar berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan. Setidaknya, hal itu terlihat dengan sikap beringin rindang yang cenderung menghendaki aklamasi saat pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) nanti.
Fungsionaris DPD II Golkar Banggai, Jimmy Alimun mengatakan, terdapat sejumlah perubahan teknis pelaksanaan Musda yang di atur dalam PO (peraturan organisasi) Nomor 5 dan 6. Pada PO Nomor 5 mencakup tentang persyaratan calon ketua seperti, batasan usia maksimal 65 tahun, tidak memiliki keluarga dekat (isteri, suami atau anak,Red) yang duduk di parlemen, berijazah minimal D3 (Ketua DPD II,Red) serta tidak merangkap jabatan di salah satu perusahaan daerah.
Sedangkan pada PO Nomor 6 menjelaskan tentang mekanisme penetapan calon ketua yang nantinya berlaga. “Untuk ditetapkan sebagai calon ketua, masing-masing kader minimal telah mengantongi 30 persen suara dukungan. Tapi kalau ada kader yang mendapat dukungan dominan alias mayoritas akan diupayakan aklamasi,” terang Jimmy, Sabtu akhir pekan lalu.
Tujuannya untuk menghindari konflik internal sesama kader. Namun, jika porsi dukungan antar calon merata maka akan dilakukan pemilihan terbuka. “Karenanya kami akan upayakan untuk Musda Golkar Banggai supaya bisa diaklamasi. Kalau melihat dari konstelasi yang ada, Insya Allah pak Samsulbahri Mang mampu meraih dukungan paling dominan sehingga peluang aklamasi terbuka lebar,” katanya.
Hal itu, lanjutnya, juga menjadi materi pidato politik Ketua Umum Golkar, Setya Novanto (Setnov) ditengah berlangsungnya silaturahmi serta penguatan struktur organisasi di kota Palu, Sabtu (13/8). Pada kesempatan itu, Setnov juga menyampaikan secara langsung mengenai sikap partai Golkar di Pilpres tahun 2019 mendatang yang akan mengusung Jokowi Dodo. Karena itu, Ia menyarankan kepada seluruh kader, khususnya yang akan berlaga di Pilkada serentak 2017 untuk memposisikan gambar Jokowi Dodo sebagai calon presiden usungan Golkar di tahun 2019 nanti.
“Selebihnya pak Setnov membahas mengenai penguatan struktur organisasi serta persoalan Musda. Jadi untuk Musda Banggai pak Setnov menyerahkan sepenuhnya kepada DPD I Golkar Sulteng. Dan untuk Musda Golkar Sulteng belum ditetapkan waktunya tapi ditegaskan supaya tidak menyeberang Agustus tahun ini. Setelah itu barulah giliran Banggai,” pungkasnya.(tr-53)

About uman