Home » Metro Luwuk » Titip Tiga Pesan Buat CJH
Titip Tiga Pesan Buat CJH
Para CJH Kabupaten Banggai mengikuti manasik umum di Masjid Agung An-Nur Luwuk, Rabu (10/8) kemarin. Tampak Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo memberi sambutan pada kegiatan yang diprakarsai Kemenag Kabupaten Banggai itu.

Titip Tiga Pesan Buat CJH

LUWUK– Sedikitnya tiga pesan disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Banggai, Mustar Labolo kepada para calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Banggai. Ketiga messages itu adalah, ikut manasik dengan seksama serta pahami semua regulasi di Mekkah, sebagai ‘tamu Allah’ sekaligus duta daerah dan bangsa harus tetap solid, kompak serta menjaga ukhuwah Islamiyah serta konsisten dengan ibadah sesuai syarat yang dianjurkan. Insya Allah kita menjadi haji mabrur.
Pesan ini disampaikan Mustar, saat memberikan sambutan pada kegiatan bertajuk manasik umum yang dilaksanakan di Masjid Agung An-Nur Luwuk, Rabu (10/8) kemarin. Selain Wabup, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Banggai, DR. Qasim Yamani juga memberi sepatah kata serta Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Banggai Asri Abasa menyampaikan laporannya.
Mustar berujar, ibadah haji selain anjuran juga bagian dari rahmat. Sebab sekalipun semua telah disiapkan, tapi ketika rahmat belum berpihak, maka ibadah ini tidak dapat ditunaikan. “Ada saja yang membuat kita batal berangkat haji. Apakah kita sakit atau telah berpulang ke Rahmatullah sebelum menunaikan rukun Islam kelima itu. Nah, bagi yang punya kesemapatan ini adalah rahmat dari Allah Swt,” kata Mustar.
Sekalipun sudah beberapa kali menunaikan ibadah haji saran Mustar, jangan menganggap remeh. Apalagi tidak taat pada ketentuan dalam beribadah. “Lantaran menganggap remeh, sesuatu yang tak pernah terpikirkan bisa saja terjadi disana. Bisa saja ada yang menghalangi kita saat ibadah, semisal melontar jumrah dan rukun haji lainnya. Olehnya kita harus tulus dan ikhlas dalam beribadah haji,” kata Mustar.
Wabup sedikit berkisah tentang pengalaman hajinya. Ada seorang kakek namanya Aladin. “Meski berumur 80 tahun, warga Batui itu tetap semangat beribadah. Semua syarat, rukun dan sunnah haji dilaksanakannya,” kata Mustar. Para jamaah saat itu bersimpatik padanya. “Banyak yang peduli dengan kakek tua itu,” sambung Mustar.
Singkat cerita, kakek tua itu jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Ada kesan yang bagi Mustar sangat luar biasa. Kakek tua itu meninggal bersamaan dengan salah seorang keluarga kerajaan di Arab. Sehingga prosesi pemakaman kakek tersebut bersamaan dengan keluarga kerajaan yang meninggal itu.
Mustar mengaku penasaran. Ia pun sempat menemui keluarga kakek itu di Batui. Ternyata kakek tua itu adalah sosok dermawan. Mustar sempat meneteskan air mata, ketika berkisah tentang seorang kakek dihadapan 149 CJH Banggai, kemarin. (yan)

About uman