Home » Politik » Kekuasaan Bali Awet Hingga Musda
Kekuasaan Bali Awet Hingga Musda
Samsulbahri Mang

Kekuasaan Bali Awet Hingga Musda

LUWUK — DPD II Golkar Banggai tampaknya masih akan menjadi milik Samsulbahri Mang hingga pelaksanaan Musda nanti. Hal itu menyusul diberlakukannya PO (petunjuk organisasi) beserta petunjuk pelaksana (Juklak) nomor 5 terbaru hasil Munaslub Golkar tahun 2016.
Seperti yang dijelaskan Harsono Moidady, Sekretaris DPD II Golkar Bangkep bahwa Plt (pelaksana tugas,Red) ketua di Musda nanti hanya berlaku bagi kepengurusan yang pimpinannya melebihi kapasitas usia yang ditetapkan.
“Maksimal usia pimpinan adalah 65 tahun. Jika terdapat kepengurusan yang diketuai kader di atas usia tersebut maka otomatis Plt-lah yang akan mempersiapkan segala sesuatunya menuju pelaksanaan Musda,” jelas Harsono akhir pekan lalu.
Dengan demikian, Bali Mang sepertinya terhindar dari peraturan tersebut.
Sementara akademisi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, Kisman Karinda menyatakan, kondisi tersebut akan semakin memperkuat posisi Bali –panggilan akrab Samsulbahri- untuk mempertahankan tongkat estafet kepemimpinan beringin rindang.
“Bukan hanya memegang kekuasaan hingga Musda, Bali Mang bahkan mampu mempertahankan kekuasaannya untuk memimpin Golkar pada periode selanjutnya,” kata Kisman, Minggu (7/8).
Adapun landasan kekuatan Bali Mang diantaranya, lagi-lagi kembali pada persoalan bargaining posisi kuat berkat dua jabatan sekaligus, yakni Ketua Golkar serta pimpinan DPRD Banggai. Cukup dengan dua jabatan itu saja Bali mampu menjadi lem perekat bagi seluruh kepengurusan yang ada (pemegang hak suara,Red) untuk solid mendukungnya.
“Kepengurusan yang ada sekarang adalah rekrutmen kepemimpinan Bali Mang. Adalah mustahil jika kemudian yang direkrut bukan kader yang bisa bekerjasama denganya. Dengan kemungkinan itu maka Bali berpeluang besar kembali memimpin Golkar Banggai,” tuturnya.
Kendati begitu, Wakil Dekan III Fisip ini menyarankan Bali untuk tetap mempersiapkan diri terhadap berbagai konstelasi politik yang ada. Sebab, mau tak mau akan ada pergerakan rival politik yang mencoba berebut kursi orang nomor satu diinternal Golkar.(tr-53)

About uman