Home » Metro Luwuk » Gerakan PINASA Belum Bermasyarakat
Gerakan PINASA Belum Bermasyarakat
Bekas penebangan pohon yang diduga akibat pemangkasan oleh petugas PLN dibiarkan begitu saja, Tirta Sari, Toili, kamis (4/8).

Gerakan PINASA Belum Bermasyarakat

TOILI— Program pemerintah dalam rangka 100 hari kerja Bupati Banggai Herwin Yatim dan Wakil Bupati Mustar Labolo dibidang kebersihan kota dalam gerakan PINASA belum menjadi gerakan moral ditingkat masyarakat. Gerakan Pinasa hanya menjadi gerakan dilingkungan Aparatur Sipil Negara.
Sejak dilakukan lounching hingga saat ini, gerakan pinasa hanya terjadi di tubuh pemerintah dan ASN, sedangkan masyarakat di level bawah, belum menjadikan gerakan aksi bersih bersih tersebut sebagai gerakan bersama.
Dari pantauan koran ini, beberapa titik yang menjadi tempat akhir pembuangan sampah, misalnya sungai yang letaknya berdekatan dengan lokasi pasar. Seperti yang terlihat pada sungai Sindang Sari Kecamatan Toili Barat dan Sungai Singkoyo. Selain menimbulkan bau tak sedap dan wabah penyakit, tumpukan sampah tersebut diyakini dapat mengganggu normalisasi dua sungai tersebut.
Sampah juga terlihat ditepian jalan protokol yang ada di tiga kecamatan yaitu, Moilong, Toili, Toili Barat. Hingga kini, fenoma sampah yang berserakan din wilayah tersebut solah tidak mendapatkan perhatian.
“Kita mau bagaimana, tempat pembuangan belum disediakan, jika pun ada, jarak tempatnya cukup jauh, jadi dibuang saja yang dekat,” imbuh Ketut salah satu warga, Minggu (7/8).
Ketut berharap pemerintah desa maupun kecamatan menyediakan tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) disetiap dusun, maupu RT serta mobil pengangkut sampah. “Jika ada fasilitas pendukung seperti itu, maka program ini dapat dirasakan oleh semua masyarakat,” jelasnya lagi.(Um)

About uman