Home » Berita Utama » Realisasi PAD Baru 42 Persen
Realisasi PAD Baru 42 Persen
Mustar Labolo

Realisasi PAD Baru 42 Persen

LUWUK– Memasuki triwulan ketiga, pencapaian pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Banggai masih jauh dari harapan. Hingga pekan pertama Agustus ini, realisasinya baru mencapai 42 persen dari target PAD tahun ini sebesar Rp 68 miliar.
Wakil bupati Banggai, Mustar Labolo kepada sejumlah wartawan, Kamis (4/8) kemarin mengatakan berdasarkan rapat evaluasi realisasi PAD, target awal PAD sebesar Rp120 miliar. Namun angka itu mengalami penurunan, lantaran tahun 2016 ini status rumah sakit umum daerah (RSUD) berubah menjadi badan layanan umum daerah (BLUD). “PAD yang direalisasikannya Rp 42 miliar. Karena sudah menjadi BLUD sehingga realisasinya tidak masuk. Begitu juga dengan PAD Puskesmas. Jadi dari Rp120 miliar menjadi Rp 68 miliar,” kata Mustar.
Ada beberapa SKPD yang pencapaian PADnya minim. Mustar merincikannya, Dishubkominfo dari target PAD sebesar Rp 2,2 miliar baru merealisasikan Rp 470 juta atau pencapaiannya baru 20 persen. Begitu pula dengan BPLH, realisasi PAD 20 persen, dari target Rp 17 miliar instansi ini baru memasukkan PAD Rp 3,6 miliar.
Sekretariat Daerah Banggai juga pencapaiannya memprihatinkan. Dari target PAD Rp 300 juta, angka realisasinya Rp 91 juta atau 26 persen. Dinas Peternakan demikian, dari target Rp 350 juta baru dicapai Rp 81 juta. “Khusus Dinas Peternakan diklarifikasi instansi itu. Katanya target PAD ideal Rp120 juta,” kata Mustar.
Dinas lain yang pencapaiannya minim juga terlihat pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Dari Rp 350 juta target, instansi itu baru menyentuh angka Rp 67 juta. Tak semua SKPD pencapaian PAD tak maksimal. BPKAD Kabupaten Banggai justru realisasinya cukup memuaskan. Bagian laba yang diperuntukkan ke Pemda Banggai ditargetkan Rp 2,1 miliar, instansi itu merealisasikan Rp 2,6 miliar. Begitu pula sumber PAD yang sah lainnya, target Rp 4,6 miliar direalisasikan Rp15 miliar atau pencapaian 310 persen. Termasuk jasa giro dari Rp 4,5 miliar tembus pada Rp 4,9 miliar.
Pencapaian 42 persen hingga memasuki triwulan III, bagi Mustar masih jauh dari harapan. Mestinya yang terealisasi sudah mencapai 60 persen. “Ini perlu dievaluasi,” ucap Mustar. (yan)

About uman