Home » Politik » Pilkada Bangkep Disambut Klaim Rekomendasi
Pilkada Bangkep Disambut Klaim Rekomendasi
Pendaftaran kandidat bupati Bangkep, Lania Laosa di Pilkada Bangkep 2017 mendatang melalui gerbong Partai Amanat Nasional (PAN) beberapa waktu lalu.

Pilkada Bangkep Disambut Klaim Rekomendasi

LUWUK — Saling klaim kantongi rekomendasi parpol menggeliat jelang Pilkada Banggai Kepulauan (Bangkep) 2017. Hal itu menyusul proses penyaringan hasil penjaringan kandidat kini telah berada di level kepengurusan pusat (DPP).
Bukan hanya figur bakal calon kepala daerah (Balon kada) yang memperlihatkan gaya berpolitik tersebut, melainkan sejumlah pimpinan parpolpun turut mencampurinya. Seperti yang diperlihatkan Ketua DPD Nasdem Bangkep, Rudy Pakaya.
Selain partainya, Rudy mengaku yakin bahwa PDIP juga akan mengusung pasangan Irianto Malingong dan Hesmon Pandili di Pilkada nanti.
Pernyataan Rudy langsung ditepis Ketua DPC Gerindra Bangkep, Hery Ludong. Hery yang juga tercatat sebagai bakal calon bupati (bacabup) Bangkep justru mengklaim bahwa rekomendasi PDIP telah menjadi miliknya.
“Rudy ngaur, tau apa dia. Bagaimana mau tahu tentang perkembangan di pusat kalau hanya mengurung diri di Bangkep,” sentil Hery, Rabu (3/8).
Awal pekan ini, Rudy Pakaya menyampaikan bahwa partainya telah resmi merekomendasikan pasangan Irianto Malingong dengan Hesmon Pandili. Tak hanya itu, Rudy bahkan memastikan bahwa sikap politik DPC PDIP, PPP dan Demokrat juga akan segerbong dengan Nasdem.
“Apa dasarnya dia (Rudy,Red) mengatakan itu. Kami terus membangun komunikasi dengan para elit PDIP di pusat. Mulai dari Bendum DPP PDIP hingga jajaran pengurus lainnya sudah mengaminkan akan mengusung saya,” klaim Hery.
Sama halnya perang statemen antara Ketua DPC PDIP Bangkep, Israfil Malingong dan Plt Ketua DPD PAN Bangkep, Kristanto Apit. Israfil yang menginformasikan kepada awak media bahwa PAN telah memutuskan sikap mengusung Irianto Malingong dan Hesmon Pandili mendapat sorotan Kris –begitu Kristanto dipanggil-.
“Kenapa dia (Israfil, Red) mencampuri urusan partai kami. Urus saja partai sendiri, apa rujukan sehingga keluar pernyataan seperti itu?,” tanya Kris, Rabu (3/8).
Jangankan PAN, sindir Kris, sampai saat ini PDIP juga belum menentukan sikap politiknya. Dikatakan Kris, masing-masing parpol memiliki mekanisme berbeda terkait proses dikeluarkannya rekomendasi. Begitu halnya dengan persoalan-persoalan yang mengancam ditundanya pengeluaran rekomendasi, alasan masing-masing partai juga berbeda.
“Jadi jangan sok tahu, urus saja proses diinternal partai masing-masing,” sodok Kris kepada Israfil.
Terkait itu, sebelumnya Israfil menyampaikan bahwa sikap PAN telah putus ke Irianto-Hesmon. “Tapi saya tidak pantas menjelaskan panjang lebar, nanti konfirmasi langsung kepada pengurus PAN,” saran Israfil.(tr-53)

About uman