Home » Berita Utama » Mutasi, Jangan Lagi ‘Lompat Jendela’
Mutasi, Jangan Lagi ‘Lompat Jendela’
Syafrudin Husain

Mutasi, Jangan Lagi ‘Lompat Jendela’

LUWUK-Meski mutasi pejabat eselon II di lingkungan Pemda Banggai masih beberapa bulan lagi atau baru bisa dilaksanakan terhitung setelah enam bulan pasca pelantikan bupati dan wakil bupati. Namun, sejumlah saran dan pendapat disuarakan sejumlah kalangan.
Salah satunya anggota Komisi III DPRD Banggai, Syafruddin Husain. Ia menyatakan, sepakat atas rencana lelang jabatan pejabat eselon II.
“Lagi pula sudah ada regulasinya yakni undang-undang nomor 5 tahun 2014,” kata politisi yang akrab dipanggil Haji Udin, Kamis (4/8).
Menurutnya, sejatinya dalam memposisikan jabatan kepada pejabat tertentu harus dilihat dari beberapa aspek. Mulai dari kepangkatan, basic ilmu, pendidikan, pengalaman dan menguasai bidang yang akan digelutinya.
“Jangan ada lagi yang lompat jendela apalagi yang cari muka pada atasannya untuk diakomodir pada jabatan yang tidak sesuai dengan disiplin ilmunya,” kata Haji Udin.
Hal ini sengaja ditegaskan Ketua DPC PKB Kabupaten Banggai ini, karena ketika proses mutasi terkesan dipaksakan, maka bisa berkonsekwensi pada pelayanan publik. Sebab berdasarkan pengalamannya sebagai legislator, ada oknum kepala dinas dan kepala badan yang tidak paham tupoksinya. Makanya dalam rapat dengar pendapat (RPD), oknum pejabat itu sering absen dan hanya diwakili anak buahnya.
Satu hal juga diingatkan Haji Udin menyangkut budaya kepala SKPD yang doyan ikut bersama-sama bupati dan wakil bupati dalam kunjungan kerja. Anehnya, keikutsertaan pejabat itu tidak begitu penting, mengingat agenda kunjungan itu tidak punya kaitan dengan tupoksinya.
“Sebaiknya budaya seperti itu dihilangkan. Selain menghabiskan anggaran juga menggangu pelayanan kepada masyarakat,” saran Haji Udin.
Bagi oknum pejabat yang kerap mencari muka, satu pesan Haji Udin, janganlah takut kehilangan jabatan. Karena penilaian itu ada pada atasan. Perlihatkan saja kinerja. (yan)

About uman