Home » Metro Luwuk » 3 Petugas Amankan 331 Napi
3 Petugas Amankan 331 Napi
Ihsan

3 Petugas Amankan 331 Napi

LUWUK– Tingkat keamanan di dalam Lapas Kelas IIB Luwuk sangat memprihatinkan. Pasalnya, Lapas yang dinahkodai Johanes itu, hanya mengandalkan 3 petugas keamanan untuk 331 napi. Kondisi itu tentu sangat leluasa untuk melakukan praktek kriminalitas, baik oleh warga binaan maupun orang luar.
Kepala Seksi Pembinaan Napi dan Kegiatan Kerja, Ihsan, saat dikonfirmasi Luwuk Post menyatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Sebab, hanya 3 petugas keamanan yang bekerja 1×24 jam untuk mengamankan gerak-gerik 331 napi. Kondisi itu lebih parah lagi, dengan tidak adanya fasilitas pengamanan, seperti CCTV dan Light Detector.
Sebenarnya, kata dia, petugas sipir bisa melakukan pemeriksaan bagi barang yang masuk di dalam Lapas secara manual. Tapi, waktu besuk akan habis, sebelum pemeriksaan selesai dilakukan. Sehingga, barang dari luar tidak bisa terdeteksi.
“Kalau ada alat pendeteksi, pasti akan ketahuan. Semisal, alat pendeteksi narkoba, pasti bunyi jika di antara barang-barang yang akan masuk di dalam Lapas ada narkobanya,” terangnya.
Dikatakan, baik petugas maupun fasilitas pengamanan sangat minim. Jadi wajar saja, jika narkoba gampang masuk ke dalam Lapas. Meski demikian, satu kali dalam sepekan, pihaknya melakukan penggeledahan di seluruh ruangan yang didiami warga binaan. Tapi, tidak ditemukan barang yang mencurigakan.
“Kalau ada CCTV enak, karena bisa memantau aktivitas napi. Tapi, tidak ada satu pun CCTV yang digunakan untuk mengawasi napi,” ungkap Ihsan.
Pria berpangkat satu bunga ini mengungkapkan, setiap tahun, pihaknya terus mengusulkan permintaan penambahan petugas dan fasilitas pengamanan, tapi hingga saat ini belum direalisasikan.
“Kami sudah usulkan ke pemerintah pusat, tapi tidak digubris. Tidak tahu kenapa,” keluhnya.
Ihsan menambahkan, meski kekurangan petugas dan fasilitas pengamanan, warga binaan rutin diberikan siraman rohani. “Ada program pembinaan keagamaan. Dalam sepekan, bisa 2 hingga 3 kali. Tujuannya agar warga binaan bisa sadar dengan perbuatan mereka,” tandas pria berkumis tipis ini. (awi)

About uman