Home » Politik » Kritikan Kisman Bikin Fuad Tersinggung
Kritikan Kisman Bikin Fuad Tersinggung
Fuad Muid

Kritikan Kisman Bikin Fuad Tersinggung

LUWUK—Ketua tim pemenangan Bupati Herwin Yatim dan Wakil Bupati Mustar Labolo (Win-Star) pada Pilkada 2015 lalu, Fuad Muid merasa tersinggung atas kritikan akademisi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, Kisman Karinda. Olehnya, dia meminta Kisman untuk memperjelas siapa oknum tim sukses (timses) yang dianggap telah berperan bak protokoler kepala daerah (kada).
“Tolong disampaikan siapa orangnya. Kalau toh oknum timses tersebut benar telah berperan lebih hingga mencampuri bahkan mengambil wewenang bagian protokoler pimpinan daerah kami akan menegurnya,” pintah Fuad, Jumat (29/7).
Diakuinya, sejak Win Star dilantik sebagai bupati dan wakil bupati Banggai, sejumlah pihak yang masuk dalam struktur tim pemenangan Pilkada silam kerap berkunjung ke kantor bupati. Namun, jelas Fuad, kehadiran tim tidak bermaksud mencari peran atau jabatan diinternal pemerintah daerah (Pemda).
“Biasanya kami datang atas perintah bupati atau wakil bupati. Kalaupun kedatangan kami ada inisiatif pribadi tidak lain adalah terkait urusan partai. Karena jabatan bupati dan wakil bupati tidak terlepas dari jabatan politik,” ungkapnya.
Sebagai mantan pejabat daerah, Fuad mengaku paham betul mengenai kerja-kerja protokoler. Karenanya menolak jika kemudian terdapat tanggapan miring atas kondisi di kantor bupati Banggai.
“Jangan melihat dari luarnya saja lalu mengumbar pernyataan yang bagi saya itu bersifat provokasi. Kalau masalah tugas dan wewenang protokoler kami paham betul, karena itulah kami tahu batasan-batasan,” tuturnya.
Lanjut Fuad, kehadiran timses di kantor bupati juga untuk selalu mengingatkan bupati akan kerja-kerja yang telah dicanangkan serta hal-hal yang menyangkut realisasi komitmen. Semua itu, sambung dia, untuk membantu Win Star menjalankan dan mewujudkan visi misi serta janji politik.
“Kami hanya sebatas mengawasi dan mengingatkan, itu bagian dari upaya kami menjauhkan kader usungan koalisi PDIP-Demokrat agar tidak termakan bisikan ghaib yang dimaksud Kisman. Lagipula tidak ada kepentingan kami disana (kantor bupati,red),” cetus fungsionaris DPC PDIP Banggai ini.
Untuk itu, Fuad menyarankan Kisman serta jajaran akademisi terkait tidak perlu khawatir terhadap keberadaan timses. “Kalau ada yang tidak sesuai disampaikan dengan jelas, kami hargai kok kritikan itu. Tapi alangkah baiknya diperjelas biar kami bisa instrospeksi diri,” pungkasnya.(tr-53)

About uman