Home » Metro Luwuk » Program Pinasa Dipastikan Gagal
Program Pinasa Dipastikan Gagal
Pedagang di teluk Lalong mulai membongkar kafenya, Kamis (28/8).

Program Pinasa Dipastikan Gagal

LUWUK– Gerakan moral Pinasa (Pia Na Ala Sampah) yang dicanangkan Herwin Yatim dan Mustar Labolo, mulai diragukan. Bahkan, bisa dipastikan akan gagal. Pasalnya, penertiban kafe di teluk Lalong dilakukan dengan setengah hati. Bagaimana tidak, kafe tidak dibogkar sepenuhnya, melainkan digeser ke pinggir pantai, tepat diatas trotoar.
“Percuma saja kalau kafe itu hanya digeser. Karena akan memproduksi sampah lebih banyak. Dapur mereka (pedagang_red) langsung di bawah laut. Tidak mungkin pemerintah melakukan pengawasan 1×24 jam kepada mereka. Bisa saja mereka buang sampah tengah malam saat pengawasan lengah,” ujar Ketua Gabungan Aktivis Mantailobo, Idhin Massa, Kamis (28/8).
Dikatakan, program Pinasa bisa dipastikan tidak akan berhasil. Jika kafe masih berada di lokasi tersebut. Masih ada solusi lain yang bisa meringankan pedagang dan tidak memproduksi sampah yang lebih banyak. Dengan cara, pedagang hanya buat gerobak untuk berdagang. “Kalau gerobak, pagi harinya sudah steril. Tapi kalau hanya digeser sama saja. Meskipun dipindah sementara untuk pembangunan RTH Lalong, selama 5 bulan,” terangnya.
Idhin juga menyatakan, pengunjung yang akan menikmati aneka gorengan dan minuman di kafe tersebut akan ditempatkan dimana? Sementara kafe sudah berada di atas trotoar. “Mau ditaruh di jalan? Tidak mungkin,” tandasnya, seraya menyatakan, jangan hanya mementingkan kepentingan 34 pemilik kafe, ketimbang jutaan masyarakat Kabupaten Banggai yang akan menikmati keindahan teluk Lalong.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang, Dinas Perumahan Tata Kota dan Ruang (Dispetarung) Banggai, Cristian Lego, saat ditemui di lokasi pembongkaran kafe menyatakan, pihaknya sudah melakukan perjanjian dengan pedagang untuk menjaga kebersihan. Lagipula, kata dia, pergesaran kafe hanya untuk sementara, karena ada pembangunan RTH segmen 2. “Kalau tidak digeser sementara, akan menghambat pembangunan RTH,” katanya.
Kata dia, di dalam RTH nantinya akan disediakan los pedagang. “Jadi pedagang nanti akan pindah masuk ke dalam RTH, setelah pembanguna selesai,” ungkap Cristian.
Amatan Luwuk Post, Sebanyak 70 kafe yang sudah dibongkar sendiri oleh pedagang. Dari 70 kafe tersebut, ada 34 yang terdaftar sebagai pemilik kafe. Selain itu, Petugas perhubungan mengalihkan arus lalulintas. Sejumlah anggota Polres Banggai pun terlihat mengamankan lokasi. Pembongkaran diberiakn waktu hingga Minggu (31/8) kedepan. (awi)

About uman