Home » Metro Luwuk » Polres Hanya Amankan Eksekusi Dua Bidang Tanah
Polres Hanya Amankan Eksekusi Dua Bidang Tanah
Kapolres Banggai

Polres Hanya Amankan Eksekusi Dua Bidang Tanah

LUWUK– Persoalan eksuksi lahan di Tanjung, Kelurahan Karaton, kembali dibatalkan untuk kedua kalinya. Padahal, Pengadilan Negeri Luwuk sudah menetapkan waktu eksekusi pada 28 Juli 2016, kemarin.
Eksekusi lahan Tanjung juga mengundang sejumlah pihak. Tak terkecuali Kapolres Banggai, AKPB Jamaludin Farti. Kata dia, pihaknya akan menurunkan personil, jika eksekusi dilaksanakan hanya dua bidang tanah saja. Tapi, kalau 6 hektar, maka pihaknya tidak akan memberikan pengamanan. Langkah itu dilakukan untuk menghindari gesekan yang terjadi di lapangan. “Kalau 6 hektar, kami tidak bisa,” singkatnya, Kamis (28/8).
Terpisah, Kuasa Hukum Ahli Waris Berkah Albakar, Mustapa Pattiwael, saat dikonfirmasi Luwuk Post menyatakan, pihaknya melakukan penundaan, karena masih bertambah terus masyarakat yang mendiami objek sengketa. Sebab, masyarakat sementara bermediasi dengan pihak ahli waris.
“Mereka (masyarakat_red) sudah paham tentang kebenaran lokasi tersebut adalah milik Berkah Albakar (alm). Sehingga mereka sementara melakukan mediasi dengan ahli waris,” ungkapnya.
Ia menegaskan, berdasarkan putusan Peninjauan Kembali (PK) sudah inkrah, dan tidak ada lagi upaya hukum diatas PK tersebut. “Perlu diketahui bahwa, tidak dibenarkan dalam hukum gugatan perlawanan (derden verzet) diatas perkara yang telah diputus melalui PK dan telah berkekuatan hukum tetap (inkrah),” tegasnya.
Dalam eksekusi, lanjutnya, yang dibenarkan adalah upaya hukum perlawanan pasca eksekusi. Dan perlawanan tersebut harus memenuhui syarat formil yang ditentukan dalam hukum acara perdata. “Selama syarat formil tidak terpenuhi, maka perlawanan pasti akan ditolak,” tandas Mustapa.
Dikatakan, semua kalangan siapapun dan dalam bentuk apapun harus taat dan tunduk pada putusan. Karena itulah yang disebut dengan kepastian hukum, sekaligus untuk menikmati rasa keadilan. “Tidak ada satupun yang bisa melakukan intervensi. Kami akan tetap melakukan eksekusi sesuai batas-batas dalam amar putusan,” tandas Mustapa. Ditanya wartawan berapa luas objek sengketa yang akan dieksekusi, mengingat karena menjadi kontroversi di masyarakat, Mustapa tegaskan, yang dieksekusi seluas kurang lebih 6 hektar. (awi)

About uman