Home » Berita Utama » Sampah Masih Dominasi Kerja 100 Hari
Sampah Masih Dominasi Kerja 100 Hari
Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo mulai membuktikan diri sebagai wakil bupati paling energik, humble dan merakyat. Wabup membuktikan diri bukan sekedar ban serep. Pernyataan pernyataanya menjadi serupa tiupan angin sepoi basah yang menciptakan kesejukan pasca dilantik sebagai wakil bupati mendampingi bupati pilihan rakyat, Herwin Yatim.

Sampah Masih Dominasi Kerja 100 Hari

LUWUK-Pasca dilantik 8 Juni 2016 lalu Bupati Banggai Herwin Yatim dan Wakil Bupati Mustar Labolo mencanangkan program 100 hari. Keduanya bahkan membentuk tim yang terdiri dari 4 kelompok kerja (Pokja) untuk menyukseskan program 100 hari kerja itu.
Keempat pokja yang dibentuk itu menggelar rapat evaluasi yang dipimpin langsung Wakil Bupati Mustar Labolo dan dihadiri seluruh pimpinan SKPD, Rabu (27/7).
Evaluasi dilaksanakan tepat menjelang 50 hari masa kerja pasangan yang akrab dengan tagline Winstar ini. Amatan Luwuk Post, masalah penanganan sampah dan penertiban pedagang kaki lima (PKL) menjadi topik utama yang dibahas dalam pertemuan yang dihadiri pula Sekkab Banggai Syahrial Labelo.
Wabup Mustar bahkan menyentil masalah kebersihan rumah sakit yang dinilainya masih perlu sejumlah tempat sampah. Meski Direktur BRSUD Luwuk Yusran Kasim telah menjelaskan pihaknya hampir setiap hari membersihkan rumah sakit tersebut. “Di beberapa tempat masih perlu tempat sampah,” tandas Wabup Mustar.
Pertemuan itu juga membahas penertiban PKL yang dilakukan Satpol PP. Dalam kesempatan itu Kepala Kesbangpol Alfian Djibran mengingatkan bahwa penertiban PKL berpotensi menimbulkan benturan di tingkat masyarakat. Sementara program aksi bersih-bersih tak akan berguna bila pada akhirnya terjadi benturan.
“Di satu sisi ada program kebersihan dengan menertibkan PKL tapi ada program rekonsialiasi, ini yang harus dijaga jangan sampai terjadi benturan,” tandas mantan Ketua KNPI Banggai ini.
Tak hanya itu, program 100 hari ala Winstar ini juga terkait dengan keamanan daerah. Salah satunya adalah antisipasi maraknya aksi demontrasi yang kerap dilakukan untuk menyuarakan berbagai masalah. Soal aksi demo ini pemda dibawah kendali Bupati Herwin membentuk tim khusus untuk mendeteksi secara dini setiap gerakan demontrasi yang terjadi. “Soal aksi demo ini kami telah melakukan deteksi dini,” jelas Kepala Kesbangpol Alfian.
Wabup Mustar bahkan memberikan perhatian khusus terhadap aksi demontrasi yang kerap datang di kantor bupati.
Selain membahas soal sampah, penertiban PKL sampai aksi demo, program 100 hari Herwin-Mustar ini juga memasukan bahasan tentang protokoler bupati dan wakil bupati. “Alhamdulilah masalah keprotokoleran sudah berjalan dengan baik,” ungkap Asisten I Sekkab Banggai Ramlin yang mengurus masalah tersebut. (bd)

About uman