Home » Politik » Hanura tak Solid, I Wayan Terkejut
Hanura tak Solid, I  Wayan Terkejut
I Wayan Supadiyasa

Hanura tak Solid, I Wayan Terkejut

LUWUK—Ketua DPC Partai Hanura Banggai, I Wayan Supadiyasa merasa terkejut atas berkembangnya isu miring terkait perpecahan di internal partainya. Rumor yang dihembuskan oleh salah seorang yang mengaku kader Hanura tersebut menyebutkan bahwa benih-benih konflik terlihat dari ketidak kompakan para pengurus paca Muscab, serta rencana resuhfle 15 PAC (pengurus anak cabang alias kecamatan,red).
“Setelah sampai di Luwuk saya kaget dengan pemberitaan yang narasumbernya tidak jelas karena tak ingin disebutkan namanya. Saya jadi penasaran pengurus mana sih itu, karena setahu saya kepengurusan Hanura Banggai saat ini aman-aman saja,” sanggah I Wayan, Rabu (27/7).
Wakil Ketua Komisi III DPRD Banggai ini menegaskan, seluruh jajaran kepengurusan baru Hanura hasil Muscab tahun ini tengah dalam kondisi kondusif melaksanakan kerja-kerja politik partai. Dia mengaku, pasca pelantikan tak ada gelagat retaknya kesolidan atau solidaritas yang diperlihatkan oleh para kader.
Karena itu, adalah aneh jika kemudian Hanura diterpa isu terancam pecah kongsi oleh orang-orang yang tak jelas asal usulnya. “Saya bingung, dia pengurus mana? Kalau memang pengurus harus gentleman dong, lagipula selama ini tak ada unek-unek dari  kader terkai hal itu yang dikonfirmasikan langsung ke saya selaku pimpinan partai,” jelas I Wayan.
Dalam menunjuk dan menentukan komposisi kepengurusan, I Wayan mengaku mengedepankan kader yang dapat bekerjasama untuk kepentingan pembesaran partai. Jika tidak dengan cara seperti itu, dia khawatir kerja-kerja organisasi akan terhambat sehingga tidak berjalan maksimal sebagaimana yang ditargetkan.
“Pada dasarnya semua untuk kepentingan revitalisasi kepengurusan agar bisa bekerja maksimal,” katanya.
Adapun terkait rencana resuhfle 15 PAC, dia kembali menegaskan bahwa pihaknya hanya akan memberikan penyegaran. “Kepengurusan kecamatan (PAC) Hanura belum lengkap, baru sekitar 18 PAC. Untuk kecamatan yang belum ada pengurusnya akan dilakukan penunjukan, sedangkan yang sudah ada diberi penyegaran. Kalau tidak ada penyegaran bagaimana ditahu apakah PAC terkait masih ada pengurusnya atau tidak, kalau ada masih maukah mereka bekerjasama dengan pengurus kabupaten untuk membesarkan partai,” cetusnya.
Adapun mengenai rapat perdana Hanura Banggai yang juga disoal, Wayan mengungkapkan, hal itu sesungguhnya telah teragendakan pasca bulan suci Ramadhan tahun ini. Namun mengapa hingga kini belum terlaksana? “Karena saat itu kami masih menunggu keterlibatan pengurus DPD (provinsi,red) yang lebih paham tentang hal-hal menyangkut rencana kerja Hanura kedepan, terutama menjelang Pileg 2019,” kata dia.
Hingga pada akhirnya, sambung Wayan, pihaknya mendapat undangan rapat koordinasi dan korelasi kepengurusan DPD yang juga baru dilantik kepada seluruh DPC se-Sulteng. “Hari ini (kemarin,red) kami baru pulang dari kota Palu (lokasi rapat,red). Menurut pandangan DPD akan lebih efisien jika mengundang seluruh pimpinan DPC, dengan begitu DPD tidak perlu keliling ke seluruh cabang. Di sana (Palu,red) kami diberi pembekalan dan  instruksi atau pengarahan yang akan menjadi materi rapat perdana nanti,” imbuhnya.
Sehingga dalam waktu dekat pihaknya baru akan mengagendakan kembali rapat perdana.
Karena itu, dia sangat menyesalkan atas ulah orang yang mengaku kader atas pernyataannya di media. “Kalau ada yang dikeluhkan disampaikan dulu lah di internal partai, karena kalau tidak bagaimana kami tahu. Yang pasti setahu saya kepengurusan Hanura Banggai tidak seperti yang diisukan,” pungkasnya.(tr-53)

About uman