Home » Berita Utama » Petani Alami Krisis Pupuk
Petani Alami Krisis Pupuk
Ratusan hektar sawah di wilayah Kecamatan Masama yang kini memasuki usia pemupukan terancam gagal produksi, jika alokasi pupuk di wilayah tersebut tidak segera ditangani dengan serius.

Petani Alami Krisis Pupuk

LUWUK—Petani di Kecamatan Masama kini mengeluhkan kelangkaan pupuk. Pasalnya, pupuk yang kini beredar di wilayah tersebut adalah pupuk non subsidi yang harganya jauh lebih mahal. Para petani yang biasanya membeli pupuk urea dengan harga Rp90.000 per sak, kini harus memberli pupuk non subsidi dengan harga 260.000 per sak.
“Banyak warga yang menyampaikan keluhan kepada kami soal kelangkaan pupuk,” kata Kepala Desa Taugi, Warsin, Senin (25/7).
Sebenarnya kata Warsin, untuk memudahkan petani dalam mengakses pupuk, pemerintah desa melalui APBDes tahun 2016, mengalokasikan anggaran untuk pembelian pupuk, dengan cara menebus harga pupuk berdasarkan RDKK kelompok tani di desa kepada penyalur. Hanya saja, alokasi pupuk yang beredar memang cukuo kurang.
“Kami sudah anggarkan pengadaan pupuk, namun jumlah pupuk sangat terbatas. Petani tidak mendapatkan alokasi pupuk yang cukup,” katanya.
Sejumlah penyalur pupuk di wilayah Kecamatan Masama mengaku mengalami kekurangan alokasi pupuk. “Pupuknya sangat kurang, petani memang kesulitan saat ini. Kami sudah berusaha namun jumlah pupuk dari agen pupuk di kabupaten juga kurang,” kata salah satu penyalur pupuk di Masama.
Sebelumnya, sejumlah pejabat di Dinas Pertanian juga mengakui soal kelangkaan pupuk. Menurut dia, hal tersebut terjadi karena luas lahan sawah di Kabupaten Banggai sudah tidak sebanding dengan kuota jumlah pupuk yang disalurkan di daerah ini.  “Penyaluran pupuk itu lewat SK gubernur. Nah, dalam SK itu kuota yang disalurkan ke daerah Kabupaten Banggai sudah tidak sebanding dengan kebutuhan disini, karena luas lahannya terus bertambah. Belum lagi mungkin ada yang nakal dan lain-lain, jadi memang sekarang kondisinya lagi krisis pupuk,” kata Darman, salah satu kepala seksi di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Banggai. Setahu dia, kelangkaan pupuk tidak saja terjadi di Kecamatan Masama, namun keluhan serupa juga disampaikan para petani yang berasal dari Kecamatan Toili.
Krisis pupuk yang terjadi di wilayah Kecamatan Masama membuat ratusan hektar tanaman padi sawah di wilayah itu terancam. Pasalnya, jika tidak dilakukan pemupukan, jumlah produksi diyakini akan berkurang. Dengan begitu, para petani akan merasakan kerugian.(far)

About uman