Home » Berita Utama » Nilai Kekayaan Terbongkar Tahun 2017
Nilai Kekayaan Terbongkar Tahun 2017
Budi Susanto

Nilai Kekayaan Terbongkar Tahun 2017

LUWUK–Kebijakan tax amnesti merupakan awal dari kerja sama pemerintah Indonesia dengan negara lain di Asia Tenggara terkait pelaporan keuangan. Akhir tahun 2017 nanti tidak ada lagi batasan antara negara satu dengan yang lain soal penyimpanan kekayaan di lembaga keuangan.
Kepala Kantor Pelayanan Perpajakan (KPP) Pratama Luwuk Budi Susanto mengatakan, jika kerja sama itu mulai berlaku, negara lain bisa meminta laporan kekayaan di perbankan di Indonesia. “Jadi, tidak ada lagi yang sifatnya rahasia,” jelas Susanto saat konferensi pers, Senin (25/7).
Menurut Susanto, sekira akhir tahun 2017 nanti tidak ada lagi negeri tax haven atau surga pajak bagi wajib pajak. Sebab, risikonya akan dikucilkan negara-negara yang telah menerapkan prinsip keterbukaan pelaporan kekayaan. “Negara lain akan melaporkan secara berkala wajib pajak Indonesia yang menyimpan uang di perbankan mereka,” terangnya.
Untuk merealisasikan kebijakan tersebut, kata Susanto, pemerintah dan DPRD akan mengamandemen Undang-Undang perbankan. Sehingga data kekayaan nasabah lebih mudah dan cepat diakses. “Kalau tidak ikut amnesti ke depan tetap bisa diketahui,” tegasnya.
Susanto mengaku, memang selama ini pihaknya cukup sulit mengakses data kekayaan wajib pajak di perbankan karena regulasi yang begitu ketat. Bahkan, data baru bisa diperoleh setahun pasca diminta petugas perpajakan. “Nanti sudah habis pemeriksaan baru keluar datanya,” terangnya. (ali)

About uman