Home » Berita Utama » Puah Sombang Menukar Meriam karena Ingin Tinggal di Pulau Poat
Puah Sombang Menukar Meriam karena Ingin Tinggal di Pulau Poat
Wartawan koran ini bersama salah satu keturunan Puah Sombang dengan latar Pulau Poat.

Puah Sombang Menukar Meriam karena Ingin Tinggal di Pulau Poat

Pulau Poat yang selama ini dikenal masyarakat di Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Banggai ternyata mempunyai sejarah yang unik hingga pulau itu didiami oleh puluhan kepala keluarga dan telah dimekarkan menjadi beberapa desa.

Budi Sahari – Luwuk Post

Untuk bisa menginjakan kaki di Pulau Poat kita membutuhkan waktu sekira 3 jam dari ibukota Kecamatan Pagimana dengan menggunakan perahu milik warga. Pulau ini berada pada gugusan pulau-pulau pesisir yang potensi lautnya sangat melimpah, dan bila pemerintah daerah mau konsisten Pulau Poat dan pulau pulau terdekatnya bisa menjadi potensi pariwisata yang membanggakan daerah ini.
Dari struktur ekonominya masyarakat Pulau Poat hidup dari mencari ikan dan dengan profesi itu mereka dapat menyekolahkan anak-anak mereka di Luwuk (ibukota Kabupaten Banggai atau di Kecamatan Pagimana).
Kehidupan bermasyarakat pun di pulau tersebut sangat terjaga dengan baik, orang tua sangat dihormati di pulau yang saat ini terdapat empat desa, yakni Desa Bajo Poat, Balaigondi, Gomuo dan Tampe. “Kami selalu menjaga pulau ini agar agar tradisi kesantunan tetap ada dan terjaga dengan baik. Tidak ada yang nakal di pulau ini,” ungkap salah satu tokoh masyarakat di pulau tersebut.
Tradisi kesantunan dan etika bermasyarakat telah tercipta sejak pulau ini didiami pertama kali oleh seorang yang bernama Puah Sombang. Masyarakatnya pun mengenal pulau ini dengan nama Pulau Puah sebelum akhirnya lebih dikenal dengan sebutan Pulau Poat.
Uniknya, Puah Sombang mendiami pulau itu dengan cara menukar sebuah meriam yang ditemukanya pada penjajah yang saat itu menguasai pulau tersebut. “Puah Sombang menukarnya dengan meriam, dari situlah beliau mendiami pulau ini,” ujarnya.
Sejak saat itulah dari tahun ke tahun populasi masyarakat yang mendiami pulau itu makin banyak.  Bahkan, keturunan dari Puah Sombang hingga saat ini masih tinggal di pulau tersebut. “Masih ada keturunannya yang masih tinggal di pulau ini juga,” jelasnya. (*)

About uman