Home » Politik » Mengintip Kesiapan Perindo Banggai Jelang Pileg 2019
Mengintip Kesiapan Perindo Banggai Jelang Pileg 2019
Sekretaris DPD Partai Perindo Kabupaten Banggai, Hasbi Latuba banyak bercerita tentang kesiapan partainya menghadapi pileg 2019, di sekretariat partai jalan Kolonel Sugiono Luwuk, belum lama ini.

Mengintip Kesiapan Perindo Banggai Jelang Pileg 2019

PARTAI baru itu bernama Perindo (Persatuan Indonesia). Tanggal 7 Februari 2015 Hary Tanoesoedibjo mendeklarasikannya. Di Kabupaten Banggai, partai yang awalnya ormas ini melegitimasi Rusli Banun ketua dan Hasbi Latuba sekretarisnya.

SOFYAN LABOLO – LUWUK POST

DALAM ruangan berukuran sedang duduk seorang pria. Mengenakan kaos oblong warna hitam dengan kain melingkar di lehernya dia menyambut hangat kedatangan Luwuk Post, Rabu (20/7). Gelagatnya tak berubah, termasuk ketawanya.
“Sudah ganti nomor hand phone yah,” taKESIAPAN PERINDO: nya wartawan kepada lelaki yang tidak lain adalah Hasbi Latuba itu. “Hand phone saya hilang. Semua nomor ikut hilang,” jawab Hasbi.
Siang itu, mantan pekerja jurnalis ini tak punya agenda. Padahal dihari biasanya, ia terlihat super sibuk. Maklum saja, roda organisasi partai menjadi tanggungjawabnya. Secara legalitas, Rusli Banun merupakan Ketua DPD Partai Perindo. Tapi nyaris semua urusan partai dihandel Hasbi. Makanya sebagian kalangan mengira Hasbi adalah ketua partai. Dalam struktur partai sebagaimana tertuang dalam SK yang ditanda-tangani Ketum DPP Partai Perindo Hary Tanoe dan Sekjen Ahmad Rofiq tertanggal 2 Juli 2015 Hasbi menjabat sebagai sekretaris.
Pendelegasian kinerja yang diberikan Rusli, dijalankan maksimal Hasbi. Tidak cukup sebulan, rekruitmen kepengurusan tingkat kabupaten dirampungkannya. Bentuk tanggung jawab Hasbi belum selesai. Ia pun ditugasi membentuk pengurus tingkat kecamatan. Cukup lama proses pengakomodiran DPC pada 23 kecamatan, yang setiap kepengurusan diisi lima orang dengan keterwakilan gender 30 persen. “Enam sampai tujuh bulan pembentukan seluruh DPC rampung. Karena begitu banyak persyaratan yang dipenuhi sekaligus mengikuti verifikasi di DPW (provinsi),” kata Hasbi.
Peran sekretaris belum juga selesai. Kini dia terkosentrasi pada pembentukan ranting yang setiap ranting dihuni 36 personil. Tugas ini cukup melelahkan. Sebab yang bakal dibentuk sebanyak 370 ranting. Target Hasbi akhir tahun 2016 ini semua rampung. “Kini sudah 50 persen ranting yang kami bentuk,” ucapnya.
Bagi Hasbi, penguatan infrastruktur partai sangat penting. Apalagi Perindo merupakan partai baru. Dengan kuatnya infrastruktur partai, sudah pasti Partai Perindo siap menghadapi pemilu legislatif (pileg) 2019. “Pasca pelantikan ranting bersama sayap, DPD Pemuda dan DPD Kartini Perindo Banggai, kosentrasi kita tertuju pada KPU untuk proses verifikasi,” kata Hasbi.
Sebagai partai yang baru akan berkompetisi, dibutuhkan sosialisasi yang intens kepada masyarakat (konstituen). Dan bagi Perindo ruang sosialisasi tidaklah sempit. Sebab pemilik partai terkenal sebagai tokoh media, yang memiliki sejumlah stasiun televisi swasta beserta media cetak dan online. “Untuk sosialisasi kita diuntungkan dengan kekuatan pak Ketum. Apalagi kita punya basis moderen,” ucapnya.
Respon publik buat Perindo, sambung Hasbi cukup baik. Bahkan hasil survei dari lembaga survei terpercaya, Partai Perindo bertengger pada posisi keempat se Indonesia. “Saya lupa nama lembaga survei itu. Tapi hasilnya cukup menggembirakan,” katanya. Meski begitu, Perindo belum berpuas diri, apalagi terlena. Tugas kader yakni menjaga elektabilitas itu, mengingat politik setiap saat bisa berubah.
Perindo lanjut Hasbi, sedikitpun tak gentar menghadapi pesaing partai politik lain. Bahkan Perindo Banggai punya obsesi besar kedepan, yakni menguasai parlemen lalong, minimal dapat merebut satu jatah unsur pimpinan dewan. “Dalam berpartai memasang target menjadi wajib. Karena dengan target itu dapat memotivasi seluruh infrastruktur partai untuk bekerja maskimal,” ujarnya. (*)

About uman