Home » Banggai Laut » Jelang Paripurna, DPRD Gelar Rapat Tertutup
Jelang Paripurna, DPRD Gelar Rapat Tertutup
Anggota legislatif hadir dalam sidang Paripurna pembahasan raperda RPJMD Kabupaten Balut.

Jelang Paripurna, DPRD Gelar Rapat Tertutup

BANGGAI – Kamis petang (21/7), sehari sebelum pelaksanaan sidang paripurna pembahasan RPJMD kabupaten Banggai Laut, kalangan legislatif gelar sidang tertutup membahas beberapa persiapan terkait pelaksanaan paripurna esoknya.
Diketahui, Badan Musyawarah (Bamus) DPRD telah mengagendakan rapat paripurna pembahasan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kabupaten Banggai Laut pada penjadwalan program legislasi daerah (prolegda) masa sidang ke II.
Draft RPJMD memang telah diajukan eksekutif setelah Bappeda Balut berhasil merampungkan penyusunannya.
Menggelar rapat untuk persiapan berbagai hal menjelang suatu agenda sepenting sidang paripurna adalah hal biasa dalam mekanisme legislatif. Namun rapat tertutup kali ini dinilai sedikit berbeda.
Terkait rapat tertutup itu, satu dua pengamat berspekulasi bahwa kalangan parlemen sedang menyusun kerja-kerja politik untuk menekan Bupati saat sidang paripurna.
Ketua DPRD, Richard Manuas yang dihubungi Jum’at pagi membantah spekulasi tersebut. Menurutnya hingga saat ini DPRD masih tetap dalam marwahnya menjaga hubungan harmonis bersama pihak eksekutif.
Pendapat senada diungkap Patwan Kuba. Dihubungi terpisah, Patwan Kuba secara tegas menyatakan bahwa DPRD tetap konsisten dengan tupoksi untuk membahas bahkan menyetujui program-program Bupati.
“Sampai hari ini sikap kami jelas. DPRD tetap concern mendampingi eksekutif dalam hubungan yang saling menghargai dan saling melengkapi,” tegasnya.
Menguatkan pernyataannya, ketua fraksi Demokrat Nurani Keadilan ini menyebutkan bahwa terkait pembahasan RPJMD, legislatif bahkan telah sepakat untuk merevisi Prolegda agar pengesahan RPJMD tidak melewati tanggal 17 Agustus, bulan depan.
“Saya tandaskan bahwa kawan-kawan DPRD tidak mudah terprovokasi dengan situasi yang terjadi. Kalaupun jika kemudian disebutkan ada friksi atau perbedaan pandangan, saya menilai ini hanya bagian dari dinamika politik yang wajar,” tutupnya. (Sbt)

About uman