Home » Berita Utama » Pasar Simpong segera Direvitalisasi
Pasar Simpong segera Direvitalisasi
Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo (tengah), saat memberikan masukan terkait rencana penertiban pedagang jelang dilaksanakannya revitalisasi, di ruang pertemuan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Infokom (Dishubkominfo), Selasa (19/7). Rapat tersebut dihadiri sejumlah instansi terkait bersama aparat TNI dan Kepolisian.

Pasar Simpong segera Direvitalisasi

LUWUK–Tak ada pilihan lain. Revitalisasi menjadi opsi untuk membenahi Pasar Simpong dari segala kesemrawutan. Mulai dari tata kelola perparkiran hingga penempatan pedagang yang selama ini menuai protes dari publik.
Kebijakan terrsebut diputuskan dalam rapat koordinasi Dishubkominfo, Disperindag, pedagang, juru parkir, dan Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo, Selasa (19/7).
Kepala Disperindag Kabupaten Banggai, Hasrin Karim memaparkan, anggaran untuk revitalisasi sebesar Rp 5 miliar yang dikucurkan Kementerian Perdagangan. Jika tidak ada aral melintang beberapa bulan ke depan pekerjaan sudah dimulai. “Ini akan jadi pasar modern. Kami minta kerja samanya. Tim relokasi segera bekerja,” tegas Hasrin saat rapat berlangsung.
Dalam hasil rapat tersebut diputuskan 400 pedagang di Pasar Simpong akan direlokasi sementara di esk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kelurahan Jole. Tepatnya di bantaran sungai. Meski lokasi itu belum sepenuhnya dibebaskan oleh pemerintah daerah. Sehingga masih menyisahkan tujuh rumah.
Hasrin menyatakan, pedagang akan kembali ke Pasar Simpong jika pembangunan pasar modern sudah tuntas. Tetapi persyaratannya, hanya mereka yang telah mendaftarkan diri.“Yang tidak mendaftar, kemudian setelah pembangunan datang untuk menempati los, tidak ada maaf bagimu,” tandasnya.
Rencananya, Sabtu (23/7) konsultan perencanaan pembangunan Pasar Modern akan memaparkan konsepnya dihadapan pemerintah daerah. Hasrin menginformasikan, proyek pembangunan pasar modern sudah memasuki masa tender. Sehingga Agustus proyek sudah dikerjakan.
Deko, salah seorang perwakilan pedagang mengaku siap direlokasi di eks RTH ketimbang di Terminal Tanjung Tuwis dan  Pasar Unjulan. “Kami siap direlokasi,” kata Deko.
Mengenai perparkiran, Sekretaris Dishubkominfo, Natalia Patolemba menyatakan, penataan parkir di pasar modern nantinya menunggu hasil keputusan tim relokasi. Sebab, parkiran dan pedagang akan diberikan ruang yang tidak mengganggu satu sama lain menyusul pengeluhan juru parkir. “Kalau di lokasi relokasi itu kami juga siap mengatur agar tidak macet,” jelas Natalia.
Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi Setda Banggai Sutanto Hambali mengusulkan, agar tidak terjadi masalah berulang pada penataan perparkiran, pembayaran retribusi di pasar modern hanya dilakukan saat memasuki pasar. “Karena saya perhatikan banyak yang tidak bayar parkir, hanya putar-putar di pasar itu,” jelasnya.
Masih di tempat yang sama, Kepala Dishubkominfo Syamsulridzal Poma menyatakan, Pasar Simpong memang harus direvitalisasi. Jika tidak bisa kalah bersaing dengan lokasi perdagangan lain yang memberikan kenyamanan. Contohnya seperti supermarket jika nantinya ada yang berinvestasi.
“Kalau kumuh hanya masyarakat ekonomi kalangan bawah yang berbelanja. Sedangkan ekonomi ke atas memiilh di hypermart karena biarpun pakai dasi bisa berbelanja,” tegas Syamsulridzal.
Menurut Syamsulridzal, jika kondisi itu sudah terjadi maka tidak akan meningkatkan pendapatan para pedagang. Sebab, pendapatan telah beralih ke pemilik modal supermarket. “Ini (revitalisasi, Red) untuk meningkatkan pendapatan pedagang,” katanya. (ali)

About uman