Home » Politik » Bukan Manuver Politik
Bukan Manuver Politik
Badrin Nonsi

Bukan Manuver Politik

LUWUK– Komitmen semua fraksi di DPRD Banggai dalam memberikan dukungan terhadap program kerja 100 hari oleh pemerintahan Herwin Yatim dan Mustar Labolo, bukan manuver politik. Keinginan untuk tidak menambah biaya perjalanan dinas pada APBD-Perubahan demi memuluskan program kerja itu merupakan sikap populis.
“Itu bukan manuver politik. Tapi itu bentuk kepedulian para legislator di lembaga ini,” kata Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Banggai, Badrin Nonsi kepada Luwuk Post, Selasa (19/7) kemarin.
Politisi berambut putih ini berujar, pasca pilkada tak ada lagi faksi-faksi apakah itu partai pendukung ataupun bukan partai pendukung bagi pemerintahan baru ini. Yang harus dilakukan hari ini sambung Badrin, bagaimana memberi support kepada bupati dan wakil bupati pilihan rakyat hasil pilkada 2015.
Dan cerminan itu sudah tergambar jelas dari sikap semua fraksi di dewan yang berkomitmen untuk mendukung program kerja 100 hari, dengan kebijakan tidak menambah biaya perjalanan dinas lewat ABT.
“Memang program 100 hari kerja tak dianggarkan, mengingat penetapannya sudah berjalan. Tapi karena demi daerah, rekan-rekan aleg memberi dukungan penuh,” jelas Badrin. Bahkan anggota Komisi II DPRD Banggai ini yakin, sikap serupa masih akan ditunjukkan kalangan legislator pada penetapan APBD 2017 mendatang. “Saya optimistis pada penetapan tahun depan, sikap populis ini ditunjukkan rekan-rekan aleg,” ucapnya.
Aleg Partai Gerindra Masnawati Muhammad juga sepakat atas niatan seluruh fraksi tersebut. Alasan Sekretaris Komisi III DPRD Banggai ini pun logis. “Sepanjang untuk kepentingan daerah, saya setuju tidak ada penambahan biaya perjalanan dinas aleg pada ABT. Kan ujung-ujungnya rakyat yang menikmatinya,” kata Masnawati.
Awalnya lahir asumsi, Herwin dan Mustar bakal kesulitan dalam mengambil hati kalangan aleg DPRD Banggai. Pertimbangan politisnya, pada pilkada lalu keduanya hanya didukung dua partai, PDI-Perjuangan dan Demokrat. Namun karena keduanya adalah mantan aleg yang juga politisi sekaligus program yang dicanangkan populis, sehingga pasca pilkada dinamikanya mencair. “Seakan tidak ada dinamika. Usai Pilkada semuanya mencair. Sebagai mantan aleg, baik Herwin maupun Mustar matang soal itu,” ujar Badrin. (yan)

About uman