Home » Metro Luwuk » Data Anggaran Masih Amburadul
Data Anggaran Masih Amburadul
Kepala BPKAD Imran Suni saat memberikan penjelasan secara langsung kepada Anggota Pansus Irwanto Kulab soal angka angka dalam dokumen LKPD 2015, dalam sesi penundaan jalannya rapat.

Data Anggaran Masih Amburadul

LUWUK— Kualitas penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Banggai  hingga kini masih diragukan. Pasalnya, dalam penyajian laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun 2015 yang disampaikan kepada DPRD, Senin (18/7) kemarin, ditemukan adanya perbedaan angka dengan dokumen LKPJ tahun 2015 yang disampaikan sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat para anggota DPRD ramai-ramai menyoal adanya sajian data dalam laporan keuangan yang tidak jelas itu. Adalah anggota DPRD Banggai Irfadin Oneng yang menyorot masalah tersebut. Menurut dia, adanya perbedaan anggaran belanja daerah yang disajikan dalam dokumen LKPD dan dokumen LKPJ tahun 2015, sulit untuk dipahami. Sebab, menurut dia, seharusnya, aktivitas transaksi keuangan sudah harus ditutup pada 31 Desember 2015, dan tidak ada lagi anggka angka anggaran yang bergerak diatas 31 desember.
“Mengapa angka belanja daerah jadi berbeda, antara yang tertuang dalam dokumen LKPJ 2015 yang disampaikan beberapa bulan lalu, dan dokumen LKPD 2015 yang disampaikan sekarang, mengapa ini terjadi?,” katanya dalam Pansus pembahasan LKPD, kemarin.
Begitu juga dengan Irwanto Kulab, Anggota Pansus yang menyoal adanya ketidak jelasan Silpa tahun 2015. Irwanto menyebutkan, ada selisih yang cukup besar, antara realisasi pendapatan dan realisasi belanja. Menurut dia, harusnya selisih antara realisasi pendapatan dan realisasi belanja, dicatat sebagai Silpa. Namun jika dihitung selisih realisasi pendapatan dan selisih realisasi belanja, tidak sama dengan total silpa yang disajikan.
“Selisih realisasi pendapatan dan realisasi belanja adalah sebesar 160 miliyar lebih, mengapa Silpa kita hanya 107 miliyar?,” kata politisi Golkar itu.
Kepala BPKAD Kabupaten Banggai Imran Suni tidak dapat memberikan penjelasan yang memuaskan para wakil rakyat dalam rapat tersebut. Imran hanya memberikan penjelasan yang dinilai tidak tepat dan cenderung diluar konteks yang dipertanyakan.
Pimpinan rapat Sarifudin Tjatjo bahkan beberapa kali melakukan penundaan jalannya rapat, agar komunikasi antara eksekutif dan legislatif dalam dilakukan dalam bentuk tidak formal. Namun, hasilnya sama saja. Para wakil rakyat tetap berpendapat bahwa sajian data-data keuangan yang disampaikan dalam dokumen LKPD masih penuh dengan ketidak jelasan.(far)

About uman