Home » Ekonomi » Uji Kelayakan Kendaraan Terancam Dialihkan
Uji Kelayakan Kendaraan Terancam Dialihkan
Natalia Patolemba

Uji Kelayakan Kendaraan Terancam Dialihkan

LUWUK – Gedung uji kelayakan kendaraan terancam dialihkan Dirjen Perhubungan Darat ke daerah yang lebih siap. Pengalihan tersebut bisa terjadi jika pemerintah Kabupaten Banggai tidak mengoperasikannya tahun ini.
Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika, Natalia Patolemba menyebutkan, pada APBD Perubahan 2016 telah dianggarkan. Tetapi hanya untuk anggaran penyelesaian bangunan. “Memang ada, tapi hanya untuk gedung,” kata Natalia, Senin (18/7).
Tetapi, kata Natalia, untuk alat uji rem, ataupun emisi tidak dialokasikan. Sehingga pihaknya meminta legislatif bisa menyetujui untuk penganggaran di APBD Perubahan meski belum semua alat pengujian. “Biar hanya satu, dua atau tiga alat saja dulu untuk penuhi Permenhub nomor 133 tahun 2016,” jelasnya.
Natalia menjelaskan, penyebab belum dianggarkannya pembelian alat pengujian karena Permenhub 133 tahun 2016 diterbitkan pemerintah pusat setelah penyusunan anggaran perubahan, tepatnya Maret lalu. “Harga mesin itu kalau dilihat di brosur-brosur sekitar Rp 400 jutaan per unit,” paparnya.
Natalia memperkirakan, untuk menyelesaikan 100 persen uji kelayakan kendaraan masih membutuhkan sekira Rp 6 miliar, termasuk alat pengujian. Estimasi itu berkaca pada pembangunan di Kabupaten Poso. “Karena sistem komputerisasai,” tuturnya. (ali)

About uman