Home » Politik » Kiran Kamran Diminta Tidak Berhayal
Kiran Kamran Diminta Tidak Berhayal
Ibrahim Moidady

Kiran Kamran Diminta Tidak Berhayal

LUWUK– Keinginan Kiran Kamran untuk menjadi pengganti antar waktu (PAW) KPU Kabupaten Banggai sepertinya bakal pupus. Pasalnya dia dinilai terganjal aturan untuk menjadi komisioner, apabila ada yang memilih mundur menyusul adanya surat edaran KPU Sulteng untuk tidak berprofesi ganda. “Saya minta Kiran Kamran untuk tidak berhayal menjadi anggota KPU hasil PAW,” kata Ibrahim Moidady kepada Luwuk Post, Senin (18/7) kemarin.
Pria yang akrab disapa Baim ini adalah mantan Panwascam Luwuk Selatan pada pilkada 2015. Dia pun punya argumen sehingga meyakini Kiran akan terganjal. Dijelaskannya, Kiran terdaftar sebagai pengurus DPD Partai Golkar Banggai versi Agung Laksono (AL). Sekalipun DPP Golkar kini telah satu, namun kepengurusan versi AL telah disahkan Kemenkum HAM.
Jabatan Kiran pada struktur itu cukup strategis, yakni sekretaris. Tak heran saat mengajukan pendaftaran bakal calon bupati di KPU Banggai, Kiran tampil didepan. “Saya melihat langsung Kiran membawa berkas paslon di KPU. Karena saat pilkada lalu Kecamatan Luwuk Selatan yang merupakan alamat kantor KPU merupakan wilayah pengawasan saya,” tutur Baim.
Lagi pula tegas aktivis junior LINCA ini, undang-undang pemilu sangat jelas bahwa minimal lima tahun menjadi non partisan barulah bisa terakomodir pada lembaga penyelenggara pemilu, sekalipun bersifat adhock. (yan)

About uman