Home » Metro Luwuk » Jadi Peserta Prolanis, Bangga Gunakan JKN-KIS
Jadi Peserta Prolanis, Bangga Gunakan JKN-KIS
Sejumlah peserta bersama pengelola prolanis, melakukan foto bersama dengan staf BPJS Kesehatan Cabang Luwuk, di Puskesmas Kampung Baru, Jumat (15/7).

Jadi Peserta Prolanis, Bangga Gunakan JKN-KIS

Kelompok Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) dibawah tanggung jawab Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, atau masyarakat Lanjut Usia (Lansia) yang menyandang penyakit kronis (diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi) di Kabupaten Banggai barulah 3 tahun terbentuk, namun saat ini jumlah pesertanya sudah mencapai ratusan.

Laporan : Fajri Rahmadhani/Luwuk Post

Sejumlah Lansia baru saja melaksanakan aktifitas rutin di Puskesmas Kampung Baru Jumat (15/7) pagi, kegiatan tersebut diantaranya senam, edukasi, pemeriksaan tensi, tinggi badan, berat badan dan kesehatan.
Adeleyda Mareti Banatau, pengelola Prolanis di Puskesmas Kampung Baru mengungkapkan, selain menjamin kualitas hidup optimal, peserta Prolanis juga sudah banyak menoreh prestasi seperti masuk dalam 10 besar kategori role model pada Jambore Prolanis di Bali tahun 2015.
“Kemudian meraih sejumlah prestasi pada HUT Lansia tingkat Provinsi belum lama ini,” tuturnya.
Menurutnya, selama menjadi peserta, juga berhak mendapat pemeriksaan dari dokter spesialis sebulan sekali. “Kalau ada yang tidak hadir, kita kunjungi langsung ke rumahnya dan obatnya kami bawakan,” tambahnya.
Moh Amir, pria berumur 59 tahun yang beralamat di Kelurahan Bungin Timur ini mengaku, manfaat mengikuti Prolanis sejak ia terdaftar di tahun 2014 itu sangatlah luar biasa, karena kadar gula dalam darah pada penyakit diabetes dapat terkontrol dengan baik. “Dulu gula darah saya sampai 400, namun pernah turun sampai 99 sekian, makanya saya sangat antusias datang,” ungkapnya.
Pria yang juga berstatus sebagai dosen ini mengaku, dengan menggunakan kartu JKN yang dikelola BPJS Kesehatan, semuanya gratis ketika mengambil obat karena sudah dijamin oleh Program JKN KIS sesuai ketentuan.
“Pengambilannya juga cepat tidak perlu repot lagi ambil rujukan, saya sudah diperiksa bermacam-macam penyakit dan semuanya gratis, seperti jantung dengan ginjal melalui Program Prolanis,” terangnya.
Ia pun menghimbau kepada seluruh masyarakat agar segera mendaftar di BPJS Kesehatan. “Seperti anak saya yang melahirkan kemarin itu gratis karena ada kartu BPJS Kesehatan,” ungkapnya.
Peserta lain Sri Rahmi, yang merupakan warga kelurahan Mangkio Baru, juga sangat puas mendapatkan pelayanan menjadi peserta Prolanis, apalagi didalamnya ada dokter penyakit dalam yang bekerja cepat, yang tadinya tahu tidak ada penyakit lain, ternyata ada penyakit jantung. “Malah saya yang paling giat ikut senam, dan alhamdulillah tekanan darah pertama yang 180/20, sekarang 130/90, olehnya keluarga dan anak sangat mendukung,” akunya.
Ia mengaku, awalnya menjadi peserta Prolanis karena mendapat informasi dari rekannya.
“Pertama saya ragu karena banyak kerja dirumah, mau urus cucu, mau masak, tapi katanya mereka tidak lama cuma 2 jam, dan begitu ikut ternyata sangat bagus,” terangnya.
Sri Rahmi pun mengaku, selain menambah sehat, kegiatan Prolanis juga menjadi ajang silaturahmi antar Lansia.
Ia menyarankan, sebaiknya ketika sudah terdeteksi diabetes dan hipertensi lansia atau masih muda, agar kondisi kesehatan terkontrol sehingga dapat hidup dengan berkualitas.
“Kalau ada deteksi sejak awal itu untuk mencegah komplikasi,” pungkasnya.(*)

About uman